JAKARTA (Suara Karya): Sinarmas World Academy (SWA) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Tim robotik sekolah SWA RoboKnights, yang berhasil meraih 6 penghargaan dalam ajang VEX Robotics Indonesia National Championship 2025/2026, bersiap untuk mewakili Indonesia dalam ajang VEX Robotics World Championship di Amerika Serikat (AS).
Prestasi itu menjadi tonggak penting bagi SWA, tak hanya karena dominasi kemenangan, tetapi juga karena sekolah tersebut mencatatkan sejarah sebagai tuan rumah pertama kompetisi VEX Robotics tingkat nasional di Indonesia, bekerja sama dengan PT Provisi Mandiri Pratama.
Kompetisi ini mempertemukan talenta muda terbaik dari berbagai sekolah internasional dan menjadi ruang pembuktian kualitas pendidikan STEM di Indonesia.
“Sebagai tuan rumah pertama VEX Robotics tingkat nasional di Indonesia, SWA memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam menghadirkan pendidikan STEM berstandar global,” kata General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria di sekolah SWA, di BSD, Tangerang Selatan, Kamis (29/1/26).
Lewat kegiatan itu, SWA berkomitmen membekali siswa dengan keterampilan masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan tantangan dunia nyata.
Dalam persaingan ketat tersebut, SWA RoboKnights tampil unggul di berbagai kategori dan berhasil meraih penghargaan, antara lain Excellence Award- 50251A SWA RoboKnights (High School); Skills Only Award (Elementary School)- 85968A SWA RoboKnights; dan Skills Only Award (Middle School)- 85968B SWA RoboKnights.
Penghargaan lainnya, yaitu Skills Only Award (High School)-50251A SWA RoboKnights; Design Award- 85968B SWA RoboKnights (Middle School); dan Judges Award- 85968A SWA RoboKnights (Elementary School).

Hal senada disampaikan IBDP Coordinator Sinarmas World Academy, Dr Haoken. Katanya, rangkaian kemenangan itu menandai capaian luar biasa karena seluruh tim SWA dari jenjang Elementary, Middle, hingga High School secara bersamaan lolos ke tingkat dunia, sebuah prestasi yang mencerminkan sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Kami sangat bangga melihat sejauh mana para siswa berkembang. Fakta bahwa seluruh tim mulai dari Elementary, Middle, dan High School lolos ke kejuaraan dunia secara bersamaan menunjukkan kekuatan program robotik SWA serta komitmen sekolah dalam membangun pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan,” tuturnya.
Salah satu anggota 50251A SWA RoboKnights (High School), Isabel dalam kesempatan yang sama membagikan pengalamannya selama proses persiapan.
“Saya mempelajari banyak keterampilan baru yang cukup kompleks dan sangat membantu untuk masa depan,” katanya.
Ia belajar banyak melalui kolaborasi, diskusi ide, dan pemecahan masalah, sehingga mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sulit. “Saat membangun robot, kami sempat merasa frustrasi ketika menghadapi kendala teknis, namun kami berhasil melewatinya,” ungkap Isabel.
Bagian paling menegangkan saat kompetisi, menurut Isabel, karena ia harus sepenuhnya percaya pada tim. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa dibutuhkan tim yang kuat dan saling dukung untuk meraih kesuksesan.
Lebih dari sekadar kemenangan, pencapaian SWA RoboKnights dalam 2 tahun terakhir, yaitu menjadi juara 1 pada ajang bergengsi World Robot Olympiad (WRO) Final International 2024 kategori Future Innovators, Junior, di Izmir, Turki
Prestasi lainnya adalah juara 1 WRO Indonesia 2025 kategori Future Innovators, Senior, di Surabaya; serta meraih tiga medali emas dan Start-Up Award kategori Future Innovators, Senior, di WRO International Final 2025 di Singapura.
Kompetisi itu merepresentasikan visi pendidikan yang mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global. Melalui pembelajaran berbasis proyek dan kompetisi internasional, siswa dilatih untuk berpikir sistemik, menyelesaikan masalah nyata, serta membangun kepemimpinan sejak dini.
Melalui pencapaian ini, SWA RoboKnights membawa nama Indonesia ke arena global inovasi. Perjalanan ini menegaskan, ketika pendidikan dibangun dengan visi jangka panjang, proses yang konsisten, dan kepercayaan pada potensi anak, maka prestasi bukan lagi tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju masa depan.
(Tri Wahyuni)
