Suara Karya

Aziz Ariyanto: Pra POPNAS Zona II dan III Digelar di Solo

JAKARTA (Suara Karya): Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional ( Pra POPNAS) zona II dan III dipastikan digelar di Solo, Jawa Tengah 11 hingga 18 November 2024, sebagai ajang Prakualifikasi menuju POPNAS yang akan dilaksanakan di Aceh dan Sumut tahun 2025.

“Sesuai hasil Rakernas Badan Pembina Olahraga Pendidikan Nasional (BAPOPNAS) di Semarang, Mei 2024, sebelum penyelenggaraan POPNAS, terlebih dulu digelar Pra POPNAS di beberapa Zona, ” tegas Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Deputi Pembinaan Prestasi Kemenpora Dr. Muhammad Aziz Ariyanto, S.Pd., M.Pd di Jakarta, Rabu (16/10/2024)

Untuk menggelar Pra POPNAS di Solo diperlukan pemantauan terlebih dulu terhadap fasilitas, sarana dan prasarana yang ada. Dengan harapan  saat Pra multi event pelajar tersebut digelar, berjalan lancar.

Lebih jauh Aziz mengatakan, Melalui Rakernas BAPOPNAS di Semarang juga ditetapkan cabang – cabang yang akan dipertandingkan di POPNAS di Aceh dan Sumut. Ada 21 cabang yang akan dipertandingkan di dua Provinsi tersebut.

Untuk Provinsi Banda Aceh akan dipertandingkan cabang angkat besi, atletik, bola basket 5 on 5 dan 3 x 3, dayung, menembak, panahan, panjat tebing, sepaktakraw dan judo.

Sedang cabang – cabang yang dipertandingkan di Sumut adalah, balap sepeda, bola voli indoor, bulutangkis, karate, silat, taekwondo, tinju, renang, senam artistik, sepakbola dan wushu.

Program DBON

Cabang -cabang yang dipertandingkan di POPNAS mengarah ke cabang – cabang yang masuk Program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dengan harapan, prestasi atlet yang tampil bisa berkelanjutan hingga mencapai puncak internasional.

Aziz melanjutkan, dalam penempaan dan pembibitan atlet mulai tingkat dasar semua mempunyai acuan menuju DBON. Para atlet tingkat pelajar yang meraih prestasi puncak ada klasifikasinya tersendiri. Mereka yang sudah berprestasi Nasional hingga internasional bisa masuk jajaran elit prestasi di Pelatnas.

Sedang yang prestasinya masih dalam penempaan terus berpacu ditingkat, daerah, Nasional hingga pusat dalam program DBON. Dengan begitu katanya, pembinaan prestasi atlet levelnya sudah dijuruskan sesuaian dengan tingkatan masing – masing.

Untuk tingkat daerah atau kabupaten Kota pembinaan prestasi atlet sudah diarahkan melalui PPLP atau SKO, dilanjutkan ke tingkat Provinsi dan selan jutnya setelah masuk elit prestasi masuk ke Pelatnas.

Jenjang peningkatan prestasi yang bertahap mulai daerah, provinsi hingga di pusat atau Pelatnas semuanya adalah hilir hingga hulu merupakan program pembinaan atlet DBON menuju emas Indonesia di tahun 2045. (Warso)

Related posts