Suara Karya

Galau Pilih Kampus, Kenali 10 Hal Ini Agar Tak Salah Langkah!

JAKARTA (Suara Karya): Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tak selalu soal jurusan yang paling dibutuhkan saat ini, tetapi kampus mana yang bisa mengembangkan potensi mahasiswa secara maksimal.

Dalam acara menyambut Dies Natalis ke-63 kampusnya, Rektor
Unika Atma Jaya, Dr Agustinus Prasetyantoko menyebut 10 hal yang harus diperhatikan calon mahasiswa, agar tidak salah langkah.

Pertama, kenali minat dan bakat. Agar hasilnya akurat, ikuti tes peminatan. Karena hasil tes bisa mengungkap karakteristik dan potensi dirimu. Setelah itu, baru pilihan program studi atau jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat.

Jika hasil tes menunjukkan kemampuan dalam menulis dan memiliki pribadi yang interaktif, maka pilih studi bidang komunikasi. “Tes minat dan bakat akan memberimu perspektif yang jelas tentang pilihan karir di masa depan,” ujar Agustinus di Jakarta, Jumat (23/6/23).

Dengan mengetahui minat dan bakat, lanjut Agustinus, hal itu bisa digunakan untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang sesuai. Dengan begitu, soft skill dan hard skill berkembang secara maksimal.

“Dua hal itu hal itu penting dimiliki lulusan perguruan tinggi agar bisa berkompetisi di dunia kerja. Tak hanya pintar secara akademik (hard skill),t tetapi juga kemampuan lain (soft skill) seperti cara komunikasi yang baik, berperilaku sopan, jiwa pantang menyerah dan penuh semangat.

Kedua, terkait akreditasi. Kampus yang memiliki nama baik, hampir dipastikan memiliki akreditasi yang baik. Karena akreditasi merupakan standar dari kualitas kampus tersebut.

“Pastikan perguruan tinggi yang kamu pilih memiliki akreditasi yang bagus,” tuturnya.

Ketiga adalah kurikulum paling ‘up to date’. Cek dulu mata kuliah apa saja yang ada dalam kurikulum kampus pilihanmu. Pastikan kurikulum itu mencakup mata kuliah terkini yang kamu ingin pelajari.

“Kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman akan memberimu bekal yang cukup untuk masuk ke dunia kerja,” ucapnya.

Keempat seputar fasilitas penunjang akademik. Kampus harus memiliki fasilitas unggulan yang dapat membantu mahasiswa dalam proses belajar. Misalkan, koleksi buku yang lengkap di perpustakaan, ruang kuliah yang nyaman, ruang terbuka dan fasilitas olahraga.

“Kelengkapan fasilitas itu akan memberi pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Hal itu akan mempengaruhi perjalanan belajar mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik,” katanya.

Kelima, kegiatan kemahasiswaan. Karena kuliah itu tidak melulu belajar di ruang kelas. Ketahui unit kegiatan mahasiswa, agar bisa cari pengalaman di dalamnya.

“Belajar akademik penting, tetapi belajar berorganisasi juga penting. Bahkan berorganisasi bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan memasuki dunia kerja,” tutur Agustinus.

Berbagai macam kegiatan kemahasiswaan bisa menjadi pertimbangan, seperti klub debat, tim bola basket, seni budaya, bahasa hingga sains. Isi masa perkuliahan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Keenam adalah lingkungan belajar yang kondusif. Hal itu secara tidak langsung akan membentuk budaya belajar mahasiswa di kampus.

Ketujuh, bijak biaya kuliah. Hitung semua biaya yang akan dikeluarkan selama kuliah, mulai dari biaya pendidikan, transportasi, akomodasi, makan dan biaya lainnya. Cari tahu apakah kampus memiliki asrama tersendiri agar tinggal lebih nyaman.

Kedelapan, terkait beasiswa. Jangan patah arang jika rencana kuliah terkendala biaya. Cari informasi di kampus tujuan memiliki program beasiswa. “Karena ada beberapa kampus yang memberi beasiswa untuk program double degree ke luar negeri,” ujarnya.

Kesembilan, peluang belajar di luar negeri. Kampus terbaik biasanya memiliki program pertukaran mahasiswa keluar negeri. Cari tahu informasi itu melalui akun media sosial international office yang ada di kampus pilihan.

Kesepuluh, kesempatan kerja setelah kelulusan. Apakah kampus tujuanmu memiliki reputasi sebagai perguruan tinggi dengan lulusan yang paling mudah mendapat pekerjaan.

Kemampuan perguruan tinggi menghasilkan lulusan dengan ‘soft skill’ akan menciptakan reputasi yang baik. Karena mampu mencetak lulusan yang memiliki resiliensi, adaptif dan inovatif.

Di Unika Atma Jaya sendiri, menurut Agustinus, kemampuan akademik dibarengi dengan membangun karakteristik yang membuat lulusannya unggul, profesional, peduli, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Sustainability menjadi perspektif Unika Atma Jaya dalam merancang kurikulum, agar lulusannya mampu menjawab kebutuhan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya.

Unika Atma Jaya saat ini menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik ke-3 di Indonesia versi QS Asia Rankings 2023. Unika Atma Jaya juga berhasil meraih QS Stars unggul dalam aspek employability, pengembangan akademik, kerjasama internasional hingga inklusivitas. (Tri Wahyuni)

Related posts