Suara Karya

Hadapi Nataru, Dharma Jaya Tingkatkan Stok Daging 

JAKARTA (Suara Karya): Perumda Dharma Jaya memastikan stok daging menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) aman. Bahkan siap ditingkatkan tiga kali lipat dari stok biasa berdasarkan instruksi dari Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam sejumlah rapat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan dalam setiap perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pihaknya selalu menyiapkan stok daging atau protein hewani sebagai cadangan. Namun, khusus tahun ini, ada arahan dari Pj. Gubernur DKI Heru Budi Hartono agar stok cadangan tersebut harus dapat ditingkatkan sampai tiga kali lipat dari yang biasanya.

“Stok cadangan ditingkatkan tiga kali lipat akan kita lakukan sambil melihat animo dan kebutuhan masyarakat. Tentunya, stok akan kita tingkatkan. Tidak hanya itu, Pj. Gubernur Heru meminta kami agar dapat menjaga stok protein hewani dari Nataru sampai dengan Lebaran. Tidak hanya untuk mengantisipasi ada kebutuhan pangan di HBKN, tetapi juga adanya isu krisis pangan dan inflasi. Jadi kita harus standby untuk stoknya ,” kata Raditya Endra Budiman.

Raditya menjamin ketersediaan stok daging, baik itu sapi, ikan dan ayam tetap aman sampai Hari Raya Idul Fitri tahun 2024. Berdasarkan pengalaman dalam menghadapi HBKN tahun- tahun sebelumnya, pihaknya belum menghadapi stok yang terbatas.

Karena, pihaknya telah menyiapkan strategi jitu untuk mengamankan stok existing maupun cadangan, salah satunya dengan membeli daging sapi langsung dari Australia, adanya kerja sama antardaerah produsen daging dan kerja sama dengan pihak swasta.

“Perumda Dharma Jaya didukung oleh berbagai pihak untuk stok daging di DKI Jakarta. Ini yang berperan serta menjaga ketahanan pangan. Jadi, saya menjamin kebutuhan daging untuk penerima manfaat dan komersial aman sampai Lebaran tahun depan,” ujar Raditya Endra Budiman.

Umumnya, lanjut Raditya, kebutuhan daging saat HBKN di DKI Jakarta mencapai rata-rata 6.000 ton per bulan, atau mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen dari hari-hari biasa. Stok daging cadangan sampai saat ini mencapai 200-300 ton, dan akan ditingkatkan tiga kalinya yakni 600 ton.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati membenarkan adanya instruksi Pj. Gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan stok pangan tiga kali lipat untuk kebutuhan Nataru hingga Lebaran tahun depan. khusus stok daging sapi dan ayam, menurut Eli, dalam kondisi yang cukup sehingga membuat harga keduanya tetap stabil.

“Benar, dan sudah ditindaklanjuti oleh Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Pasar Jaya. Stok ketersediaan pangan sampai dengan akhir tahun 2023 dalam kondisi cukup,” katanya.

Eli mengungkapkan arahan Pj. Gubernur DKI untuk meningkatkan stok pangan tiga kali lipat, karena adanya Nataru, kemudian tahun depan adalah tahun politik yang banyak menggelar kampanye hingga berujung pada pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kondisi ini biasanya akan menyebabkan terjadinya lonjakan kebutuhan sembako.

“Kemudian pada Maret 2024 sudah masuk ke bulan Ramadan, April ada HBKN Hari Raya Idul Fitri. Ini pun perlu diantisipasi setelah masa El Nino. Lalu sekarang sudah masuk musim penghujan sehingga distribusinya kurang lancar. Arahan Pj. Gubernur DKI, kalau biasa kita stok lima hari ditambah menjadi 10 hari. Itu sudah dilakukan oleh Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Pasar Jaya,” kata Eli.

Khusus Perumda Dharma Jaya, Eli menerangkan, telah diminta untuk memanfaatkan cold storage eksisting untuk dipenuhkan dengan stok daging sebanyak-banyaknya. Kebutuhan daging ayam dan sapi akan meningkat 2,5 hingga tiga persen saat HBKN dari kebutuhan daging hari biasa yang mencapai 65-70 ton per hari.

Untuk memenuhi stok daging, Eli menegaskan pentingnya penguatan kerja sama antardaerah produsen daging.

Karena itu, Eli mengimbau masyarakat tidak panic buying karena stok pangan di Kota Jakarta aman, meski terjadi lonjakan kebutuhan saat Nataru.

“Akhir tahun ini, kondisi pangan strategis kita dalam kondisi relative cukup, seperti beras, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih, gula, minyak goreng, daging ayam dan sapi. Jadi, masyarakat jangan panik buying karena stok aman hanya memang terjadi lonjakan kebutuhan karena memang Nataru. Itu pasti terjadi,” ujarnya. (Boy)

 

 

Related posts