JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti menggelar kegiatan yang memfasilitasi pengurusan Kartu Layanan Gratis (KLG) bagi lansia dan penyandang disabilitas di DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di kampus IP Trisakti, Tanah Kusir, Jakarta, Sabtu (13/6/26).
Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati dalam sambutannya menjelaskan,
kegiatan itu merupakan bagian dari perayaan HUT ke-57 IP Trisakti, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), peringatan Hari Lansia dan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Ia mengaku senang, karena antusias warga atas kegiatan tersebut luar biasa. Kuota 200 kartu yang diberikan Pemda DKI Jakarta langsung ludes diserbu warga. Warga yang hadir ke kampus lebih dari 400 orang.
“Saya tidak menyangka antusias warga begitu besar. Baru 3 jam pelaksanaan, kuota sudah habis,” kata Fetty yang dalam kesempatan itu didampingi Camat Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Paulinawati; dan istri dari Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Agustina Hastarini.
Fetty Asmaniati berharap, kegiatan tersebut menjadikan IP Trisakti sebagai bagian dari program yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yaitu Kampus Berdampak.
“Kegiatan ini juga bagian dari dukungan kami terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami putuskan membuat kegiatan yang memberi perhatian kepada lansia lewat pengurusan Kartu Layanan Gratis,” tutur Fetty.
Program tersebut juga terlaksana berkat kolaborasi IP Trisakti dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga Transjakarta.
Selain layanan pengurusan KLG, IP Trisakti juga menggelar pelatihan UMKM, bazar produk binaan mahasiswa dan dosen. Kegiatan tersebut diikuti Dharma Wanita dari 7 kementerian, hingga berbagai aktivitas keluarga dan anak-anak.

Wakil Rektor III IP Trisakti, Novita Widyastuti menambahkan, kegiatan merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat (PkM).
“Kami ingin ilmu yang dimiliki kampus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu kami menghadirkan layanan untuk lansia, pelatihan UMKM, dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya,” ujarnya.
Novita menambahkan, KLG memberi kemudahan bagi lansia untuk menggunakan berbagai moda transportasi publik di Jakarta seperti MRT, Transjakarta, dan JakLingko.
Sementara itu, Camat Pesanggrahan, Paulinawati mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
Ia bahkan menyebut proses penerbitan kartu dalam kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. “Biasanya pengurusan KLG butuh waktu sekitar 1 bulan, tetapi hari ini warga bisa langsung dapat kartunya. Birokrasi bisa dipangkas demikian cepat,” kata Paulinawati memuji kinerja IP Trisakti.
Salah seorang peserta, Elis Herawati (62) yang mengaku sengaja datang lebih awal, sejak pukul 06.30 WIB. Berkat kerajinannya, warga Kebayoran Lama itu mendapat nomor antrian 1.
“Alhamdulillah prosesnya mudah dan cepat. Kurang dari 30 menit sudah selesai. Ini sangat membantu, karena biasanya kalau mengurus di tempat umum, suasananya ramai dan panas. Di sini menunggunya di aula ber-AC. Nyaman,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini, yang menilai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kampus untuk memberi manfaat nyata kepada masyarakat.
“IP Trisakti tidak hanya memikirkan akademik, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini contoh kolaborasi yang baik antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha,” kata perempuan yang akrab disama Tina Astari tersebut.
Selain layanan untuk lansia, Tina juga mengikuti kegiatan pelatihan memasak yang menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang digelar IP Trisakti.
Keberhasilan kegiatan juga didukung oleh berbagai mitra strategis, yaitu Kota Podomoro Tenjo, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Sinar Meadow International Indonesia, PT Anggana Catur Prima, PT Mahakarya Boga Indonesia, Flavorlab, Bogasari Flour Mills-PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Sango Ceramics Indonesia, homLiv, Nusantara Food & Hotel, Multi Tours, Danone Indonesia, dan Roemah Koffie.
Dalam sambutan akhirnya, Rektor IP Trisakti berharap, kegiatan tersebut dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan, yang mampu memberi dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan Kota Jakarta yang inklusif, ramah lansia, dan ramah disabilitas. (Tri Wahyuni)
