Suara Karya

MBG Jangkau 80 Persen Murid, Kemendikdasmen Genjot Integrasi Data Sekolah

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat integrasi data pendidikan, sekaligus memperkuat sarana dan prasarana sekolah guna mendukung perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dilakukan seiring capaian program MBG yang sudah menjangkau sekitar 80 persen murid di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengatakan, percepatan dilakukan melalui 2 agenda utama, yakni integrasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta penyelarasan data peserta didik berbasis Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

“Integrasi ini melibatkan Badan Pusat Statistik, Badan Pertanahan Nasional, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menghasilkan satu basis data yang menjadi acuan bersama,” kata Fajar dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, di Jakarta, Rabu (29/7/26).

Selain memperkuat tata kelola data, Kemendikdasmen juga mendukung pelaksanaan MBG melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), agar pemenuhan gizi peserta didik berjalan beriringan dengan peningkatan sanitasi dan layanan kesehatan di sekolah.

Menurut Fajar, hingga saat ini sekitar 80 persen murid telah menjadi penerima manfaat MBG. Ia berharap percepatan integrasi data dan penguatan infrastruktur sekolah dapat memperluas cakupan program sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.

“Kami berharap upaya ini berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan murid serta mendukung perluasan jangkauan MBG,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengapresiasi, langkah yang dilakukan Kemendikdasmen. Pemerintah akan terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan MBG melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengatakan, pelaksanaan MBG akan terus dilakukan secara bertahap dengan target yang terukur.

BGN akan fokus pada pemutakhiran data penerima manfaat, memperluas cakupan program ke sekolah keagamaan, serta mempercepat implementasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama daerah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.

Menurut Sudaryono, dukungan Kemendikdasmen sangat penting, terutama dalam memastikan kesiapan satuan pendidikan melalui pendataan dan konfirmasi kondisi sekolah agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran. (Tri Wahyuni)

Related posts