JAKARTA (Suara Karya): Kebahagiaan terpancar di wajah Ng Tjie Tjung, salah seorang peserta Program JKN yang menjalani operasi katup jantung, di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
“Saya bahagia karena operasi jantung saya ini ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN. Kalau bayar sendiri, terus terang saja saya tidak mampu,” kata pria berusia 65 tahun itu sambil tersenyum.
Kisah Ng Tjie Tjung ini membuktikan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di Tanah Air.
Pelayanan kesehatan yang membutuhkan biaya yang mahal sudah bukan menjadi hal yang mengkhawatirkan. Masyarakat sejatinya hanya perlu tenang, jika suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan, seperti peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan’.
Komitmen BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program JKN telah banyak memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia. Manfaat tersebut tak hanya dirasakan bagi orang yang membutuhkan, tetapi juga sebagai jaminan kesehatan bagi yang sehat.
Ng Tjie Tjung menuturkan, ia
mengaku tidak merasa khawatir saat berobat, karena sebagai peserta Program JKN, semua pelayanan kesehatan yang didapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Tjung hanya perlu rutin membayar iuran Program JKN setiap bulan dan selalu memastikan, status kepesertaan JKN miliknya selalu aktif. Selain itu Tjung hanya perlu mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku.
Selama perjuangannya untuk sehat kembali, Tjung sangat terbantu oleh Program JKN dari BPJS Kesehatan. Sebagai peserta Program JKN, Tjung dapat menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk mendapat perawatan yang diperlukan, tanpa khawatir dengan biaya yang besar.
Dalam menjalani pengobatan, Tjung juga merasa tidak ada kesan diskriminatif dalam mendapat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Waktu itu, saya merasakan lambung seperti penuh. Kemudian saya dilarikan ke rumah sakit oleh anak saya. Dokter di rumah sakit mengatakan bahwa ada kebocoran pada jantung saya,” katanya.
Dokter juga mengatakan ada sedikit flek di paru-paru. Setelah pemeriksaan, dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi pada jantung saya.
“Yang saya tahu operasi jantung itu berbiaya mahal, tapi kekhawatiran saya berkurang setelah tahu semua tindakan itu ditanggung oleh Program JKN,” ujarnya.
Tjung mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah rutin membayar iuran setiap bulannya. Iuran itu bisa dimanfaatkan untuk Tjung mendapat pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sampai dengan dirinya selesai tindakan operasi katup jantung.
Tjung berharap Program JKN selalu hadir untuk masyarakat dan semakin baik lagi dalam memberi akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya yakin tidak ada orang yang mau sakit, jadinya kita terbantu karena sistem Program JKN ini kan sifatnya gotong royong. Yang sehat membantu yang sakit. Kalau nanti saya sudah sehat, iuran tetap dibayar untuk membantu yang lain,” kata Tjung. (Tri Wahyuni)

