JAKARTA (Suara Karya): Perumda Perumda Dharma Jaya menyiapkan layanan kurban modern untuk menghadapi Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Melalui fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikasi, perusahaan daerah milik Pemprov DKI Jakarta itu siap melakukan pemotongan ribuan ekor sapi kurban secara higienis, profesional, dan sesuai syariat halal.
Kepercayaan terhadap layanan pemotongan kurban Dharma Jaya tahun ini datang dari berbagai lembaga negara dan organisasi masyarakat. Beberapa di antaranya yakni Mahkamah Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, mengatakan seluruh proses pemotongan hewan kurban dilakukan menggunakan fasilitas RPH yang telah mengantongi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikat halal.
Menurut Irwan, konsep layanan kurban modern yang diterapkan Dharma Jaya tidak hanya berfokus pada proses penyembelihan, tetapi juga mencakup pengelolaan daging kurban secara menyeluruh agar lebih aman dan praktis bagi masyarakat.
“Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari. Kami juga menyiapkan sekitar 100 tenaga profesional, termasuk Juru Sembelih Halal bersertifikat serta tim pengemasan yang kompeten,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, layanan yang disiapkan meliputi pemotongan hewan, pemisahan karkas, hingga pengemasan daging kurban dalam ukuran kilogram sesuai kebutuhan panitia maupun instansi. Sistem pengemasan tersebut dirancang untuk mempermudah distribusi daging kurban secara higienis dan tertata.
Selain itu, seluruh hewan kurban yang masuk ke fasilitas Dharma Jaya diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan guna memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya.
Dharma Jaya juga mengandalkan fasilitas rantai dingin atau cold chain guna menjaga kualitas dan kesegaran daging selama proses distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
Irwan menilai kolaborasi dengan berbagai lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan tata kelola kurban yang lebih modern, sehat, dan ramah lingkungan di Jakarta. (Boy)
