JAKARTA (Suara Karya): Suasana penuh kebanggaan dan semangat kebangkitan intelektual mewarnai perayaan Dies Natalis dan Wisuda ke-65 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Rabu (20/5/2026). Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya ratusan lulusan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi Indonesia melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, dan integritas.
Mengusung tema “Dari Moestopo untuk Indonesia: Semangat Kebangkitan Generasi Intelektual” dengan tagline “Be Yourself, Unlock Your Power”, prosesi wisuda tahun ini tampil lebih modern dan inspiratif. Sebanyak 699 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Sarjana, Magister hingga Doktor.
Rinciannya terdiri dari 97 lulusan Fakultas Kedokteran Gigi, 288 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 160 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 154 lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan kisah perjuangan yang berbeda.
Tidak sekadar seremoni akademik, acara pembukaan dikemas secara sinematik melalui visual cinematic yang menggambarkan perjalanan mahasiswa menghadapi tantangan pendidikan di tengah perubahan teknologi, tekanan ekonomi, hingga dinamika kehidupan sosial era digital. Penampilan seni budaya Nusantara juga turut menghidupkan suasana dengan memadukan unsur tradisional dan modern.
Momen haru terasa ketika para wisudawan terbaik menerima penghargaan bersama orang tua mereka di atas panggung. Tepuk tangan panjang dari ribuan hadirin mengiringi simbol keberhasilan yang tidak hanya lahir dari kerja keras mahasiswa, tetapi juga doa dan pengorbanan keluarga.
Ketua Pengurus Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo, RM. H. Hermanto JM menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
“Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu mengubah ilmu menjadi solusi, kritik menjadi aksi, dan kecerdasan menjadi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menyoroti pentingnya karakter dan integritas di tengah perkembangan teknologi dan pola kerja hybrid yang semakin berkembang. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Muhammad Saifulloh menyampaikan bahwa wisuda merupakan pengukuhan tanggung jawab moral para lulusan untuk hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Hari ini saudara tidak hanya menerima gelar akademik, tetapi juga amanah untuk hadir di tengah masyarakat sebagai intelektual yang membawa solusi dan pengabdian,” katanya.
Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan. Banyak lulusan yang harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, keluarga, hingga menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan.
Ketua Pelaksana Wisuda, T. Herry Rachmatsyah mengatakan tema wisuda tahun ini relevan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan ketertinggalan ilmu pengetahuan, disrupsi teknologi, krisis moral, dan kompetisi global.
“Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan keberanian membawa perubahan,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan yang menilai keberhasilan universitas meluluskan mahasiswa hingga jenjang pascasarjana menunjukkan kualitas tata kelola akademik yang baik dan komitmen terhadap mutu pendidikan tinggi.
Ia menekankan bahwa karya akademik seperti tesis dan disertasi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen ilmiah di perpustakaan.
“Kekuatan seorang Magister dan Doktor bukan pada rumitnya teori, tetapi pada kemampuannya menyederhanakan persoalan menjadi solusi yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkapnya. (Boy)
