Suara Karya

XERF Hadirkan Teknologi Pengencang Kulit hingga Lapisan SMAS Tanpa Operasi

JAKARTA (Suara Karya): Perawatan wajah belakangan tidak lagi sekadar mengejar efek glowing. Banyak orang kini justru mencari treatment yang bisa menjaga kontur wajah tetap kencang tanpa membuat hasilnya terlihat berlebihan. Di tengah tren itu, teknologi skin tightening mulai jadi perbincangan baru di industri estetika.

Teknologi tersebut kini ikut masuk ke Indonesia melalui peluncuran XERF by Cynosure Lutronic di  Aestheglow Clinic, Jakarta, Senin (18/5/2026). Perangkat ini diperkenalkan sebagai treatment pengencangan kulit yang bekerja hingga lapisan dalam wajah tanpa prosedur operasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, treatment berbasis radiofrekuensi memang semakin diminati karena dianggap lebih praktis dan minim masa pemulihan. Pasien bisa langsung kembali beraktivitas setelah menjalani tindakan, sesuatu yang kini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

XERF sendiri menggunakan teknologi multi-frequency monopolar RF yang menggabungkan dua frekuensi sekaligus. Energi dari perangkat ini disebut mampu menjangkau hingga lapisan SMAS atau Superficial Musculo-Aponeurotic System, yakni struktur di bawah kulit yang selama ini dikenal berperan dalam menopang bentuk wajah.

Lapisan SMAS biasanya lebih dikenal dalam prosedur facelift. Seiring bertambahnya usia, bagian ini ikut mengalami penurunan elastisitas. Dampaknya mulai terlihat dari area pipi yang turun, garis senyum yang makin jelas, hingga kontur rahang yang tidak setegas sebelumnya.

Perwakilan Aestheglow Clinic, dr. Aileen Gemilang Putri, mengatakan kebutuhan pasien saat ini sudah mulai berubah. Banyak yang datang bukan untuk mengubah bentuk wajah, melainkan mempertahankan kualitas kulit agar tetap terlihat segar dan kencang.

“Sekarang pasien lebih suka hasil yang natural. Mereka tetap ingin terlihat seperti dirinya sendiri, hanya kondisi kulitnya lebih baik dan lebih firm,” ujar dr. Aileen dalam sesi peluncuran.

Menurutnya, teknologi ini bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen dan elastin dari dalam kulit. Dua komponen tersebut selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepadatan dan elastisitas wajah.

Acara peluncuran juga dihadiri sejumlah tamu dari kalangan media, beauty enthusiast, hingga figur publik. Salah satunya adalah Hian Tjen yang mengaku sudah cukup lama menjalani treatment di Aestheglow.

Ia mengatakan kenyamanan menjadi alasan utama dirinya tertarik mencoba XERF. Dengan aktivitas yang padat di dunia fashion, treatment tanpa downtime dianggap lebih cocok dibanding prosedur yang membutuhkan waktu pemulihan panjang.

“Biasanya habis treatment aku masih harus meeting atau lanjut kerja lagi. Jadi memang cari yang nyaman dan nggak mengganggu aktivitas,” kata Hian Tjen.

Selain Hian Tjen, nama Jovi Adhiguna juga ikut dikaitkan dengan tren treatment estetika modern yang lebih mengutamakan kualitas kulit. Sementara di level global, teknologi pengencangan wajah non-bedah semakin populer setelah banyak digunakan figur publik seperti Kim Kardashian dan Khloé Kardashian.

Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menilai pasar estetika di Indonesia kini bergerak cukup cepat mengikuti perkembangan global. Menurutnya, masyarakat sudah semakin familiar dengan treatment berbasis teknologi dan mulai memperhatikan aspek keamanan serta efektivitas prosedur.

“Kami melihat tren perawatan sekarang lebih mengarah ke treatment yang minim tindakan invasif, tapi hasilnya tetap terlihat,” ujarnya. (Boy)

Related posts