Pengamat: Perlu Diwaspadai, Aksi Demo Jadi Modus Pemerasan

0
Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Imam B Prasodjo

JAKARTA (Suara Karya): Pengamat ilmu sosial dari Universitas Indonesia (UI), Imam Prasodjo menyatakan, tidak semua aksi unjuk rasa murni bertujuan menyampaikan aspirasi. Pasalnya, tidak demonstrasi yang digelar diwarnai aksi pemalakan. Untuk itu, mengatakan perlunya membedakan antara aksi yang murni sebagai penyalur aspirasi, dan demo hanya karena uang.

“Karena itulah aparat harus melihat potensi tersebut dengan jeli. Dan jika sudah menemukan indikasi bahwa suatu unjuk rasa diwarnai pemerasan, maka aparat harus segera bertindak, harus pro aktif, jangan sekadar menunggu laporan. Apalagi jika ditemukan bahwa unjuk rasa hanya sebagai modus pemerasan, karena tujuan utama demo seperti ini adalah memperoleh uang melalui intimidasi,” ujar Praodjo.

Pemerasan dengan cara berdemo, kata dia, saat ini memang seperti sebuah trend. Modus tersebut dilakukan dengan memanfaatkan atmosfer demokrasi, terutama mengenai kebebasan berserikat, berkumpul dan mengemukakan pendapat.

“Kalau itu terjadi, tentu saja yang menjadi sasaran adalah kalangan luas, mulai pemerintah sampai swasta. Termasuk pula lembaga sosial atau yang bergerak di bidang pendidikan. Aksi ini jelas merugikan, karena dapat menghambat proses pembangunan di daerah. Dan pasti ada yang mengajari,” katanya menambahkan.

Dia sendiri bahkan pernah menjadi korban. Menurutnya, ketika mendirikan sebuah sekolah SMKN di Purwakarta melalui lembaga sosialnya, sekelompok massa justru mendemonya dan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.

Dalam aksinya, kata Prasodjo, para pendemo menuding bahwa terjadi pelanggaran di berbagai hal. Mulai berlatar belakang pembangunan gedung sekolah, sampai proses lelang. Bahkan asuransi pegawai pun dipersoalkan. (Gan)