Suara Karya

Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan Dapat Apresiasi dari Industri!

JAKARTA (Suara Karya): Kalangan industri mengapresiasi Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan, yang diluncurkan Ditjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek. Karena programnya tak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga industri itu sendiri.

Manfaat itu, antara lain berupa peningkatan kapasitas sekolah melalui teaching factory, peningkatan kapasitas guru dan murid serta sarana dan prasarana hingga pemangkasan biaya dan waktu untuk proses pengembangan calon karyawan.

“Program ini membuat kualitas sumber daya manusia yang akan masuk ke industri semakin baik,” kata Manager Social Responsibility and Corp Communication PT United Tractors Tbk, Himawan Sutanto dalam diskusi publik tentang Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, yang digelar daring, Rabu (13/12/23).

Himawan menambahkan, tahun 2008 adalah era industri bergerak cepat, seiring dengan pertambahan volume bisnis di PT United Tractors, sehingga butuh SDM yang unggul. ‘Kecepatan mencari SDM berkualitas tidak kami dapatkan, jika tidak turun ke bawah,” ujarnya.

Ketidakhadiran industri dalam pendidikan, menurut Himawan, membuat sekolah hanya mengira-ngira kebutuhan industri. Sementara industri berharap lulusan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri. Kondisi itu menimbulkan ketidaksesuaian

“Pada 2022, kami menerapkan Program Pemadanan Dukungan untuk 6 sekolah. Pada 2023, jumlah sekolah ditingkatkan jadi 9 sekolah,” katanya.

Ketidaksesuaian itu, menurut Himawan, karena Industri butuh percepatan, dimana teknologi makin masif lantaran AI sudah masuk ke industri. Sementara di sekolah, alat praktek masih buatan tahun 90-an dimana belum tersentuh teknologi IT.

“Jika industri tidak turun tangan, mungkin butuh waktu 5-7 tahun untuk mencapai link and match. Program pemadanan dukungan ini dapat memangkas waktu hingga setengahnya untuk menyiapkan sumber daya di vokasi agar inline dengan kebutuhan industri,” ucap Himawan menegaskan.

Manfaat Program Pemadanan Dukungan juga dirasakan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, yang menjadi mitra industri pada Program Matching Fund PTV.

Seperti dikemukakan Strategic Planning and Business Development PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Ulfah Hakima, perusahannya fokus pada bisnis transportasi publik melalui produk electric vehicle.

“Pada 2022, kami berkolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk pengembangan kendaraan listrik berkualitas. Kolaborasi ini penting untuk menyelaraskan kebutuhan industri agar apa yang dicita-citakan pemerintah dapat terwujud,” katanya.

Ulfah menambahkan, pihaknya paling antusias dalam kolaborasi itu karena terjadi triple helix antara pemerintah, industri, dan akademisi. “Program Matching Fund melalui Kedaireka juga mengkolaborasikan antara kebutuhan industri dan akademisi secara beriringan,” ujarnya.

Melalui program ini, lanjut Ulfah, industri tidak lagi menemukan alat-alat di SMK atau perguruan tinggi yang sudah ditinggalkan sejak lama.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Kiki Yuliati mengatakan, Program Pemadanan Dukungan merupakan salah satu transformasi pendidikan vokasi yang telah dilakukan bersama program lainnya seperti SMK Pusat Keunggulan, Matching Fund, Competitive Fund, Program Kecakapan Kerja dan Wirausaha.

“Seluruh program yang digulirkan Ditjen Pendidikan Vokasi itu bertujuan meningkatkan kemitraan dan kolaborasi,” kata Kiki menegaskan.

Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan dan Matching Fund, lanjut Kiki, mengharuskan adanya intervensi dari pihak industri baik dalam bentuk in cash dan in kind.

“Program Pemadanan Dukungan dirancang untuk berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembelajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun, lanjut Kiki, yang utama adalah program untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten, bertumpu pada peningkatan peran mitra DUDI dalam pengembangan kurikulum, riset bersama, menyediakan praktisi mengajar dari DUDI, meningkatkan kompetensi guru dan dosen, dan mengembangkan teaching factory yang ada di lembaga kursus, sekolah maupun kampus vokasi.

“Penyiapan SDM yang kompeten akan mendukung daya saing dan daya sanding DUDI melalui penyiapan talenta yang unggul,” katanya.

Hal senada dikemukakan Pelaksana Tugas Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Uuf Brajawidagda. Pelibatan stakeholder sangat krusial terhadap peningkatan mutu lulusan, sehingga relavansi dengan mutu institusi agar meningkat.

“Perlu diperkuat kemitraan yang saling memberi manfaat dan berkelanjutan. Ikhtiar yang dilakukan adalah meningkatkan kepercayaan, bisa saling berbagi pengalaman agar mendapat double inside,” kata Uuf.

Dengan demikian, sekolah menjadi potential resources bagi industri. Melalui jejaring kemitraan, pendidikan vokasi dengan pendidikan vokasi lainnya bisa saling belajar, berbagi mitra, atau mengerjakan project besar bersama sama.

“Kita ingin ke depan, kolaborasi tidak hanya based on program, tapi menjamin mutu kemitraan agar menjadi budaya. Mari bangun kapabilitas sekolah bersama-sama. Saya yakin ini memberi benefit bagi industri. Ini memberikan iklim yang menarik bagi investasi,” ungkap Uuf.

Saat ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek tengah membuka Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Tahun 2024.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto berharap semakin banyak industri yang akan terlibat serta menjadi penerima manfaat program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan.

Adapun pendaftaran program tersebut dibuka sampai dengan 30 Januari 2024. (Tri Wahyuni)

Related posts