JAKARTA (Suara Karya) : GM Novendra Priasmoro Pimpin babak kelima JAPFA Internasional FIDE Rated Tournament di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Minggu (24/5/2026). Semua itu terjadi, setelah pecatur asal DKI Jakarta ini berhasil mengalahkan Stevanky untuk mengumpulkan nilai 4,5 VP.
Novendra yang memegang buah putih cukup tangguh mendobrak pertahanan Stevanky. Semua itu terjadi dipertengahan pertandingan, terus melakukan serangan melalui kedua sayap dan sektor tengah yang akhirnya Stevanky harus merobohkan raja hitamnya.
Dengan kekalahan itu Stevanky terlempar ke posisi enam hanya mengumpulkan nilai 3,5 VP. Adapun posisi kedua diambil IM Muhumad Lutfi yang mengumpulkan nilai 4,5 VP hanya terpaut dengan nilai solkof atas Novendra yang memimpin di babak. kelima.
Sedang tempat ketiga dalam kategori open diambil IM Aditya Bagus Arfan, diikuti IM Satriya Duta Cahaya. Adapun posisi kelima diduduki GM Susanto Megaranto yang ketiganya mengumpulkan nilai 4 VP.
Menurut wasit catur internasional, Agus Soebandrijo, persaingan sengit juga terjadi di kelompok challenger. Hal itu membuktikan event ini untuk mengejar elorating yang sangat menarik dan diminati para peserta dari kelompok umum maupun disabilitas.
Dukung Atlet Difabel
Hal itu yang membuktikan JAPFA juga mendukung prestasi Atlet Difabel tampil di Ajang JAPFA Fide Rated Tournament. Bahkan bisa tampil di kelompok open maupun challenger. Semua itu tergantung pilihan dan elorating yang dimiliki.
“Pertandingan FIDE rated tahun 2026 kali ini terasa cukup spesial, selain memilih tempat dan suasana baru. Peserta juga datang dari beberapa negara,” ujar Henry Hendratno, Ketua Panitia Penyelenggara. “pada event ini kami khusus mendapatkan kehormatan dari atlet catur difable dari NPC,” imbuhnya.
Henry menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 12 pecatur dengan Tuna Netra dan 3 pecatur dengan Tuna rungu. Uniknya, peserta yang bermain berkompetisi dengan peserta umum lainnya di kategori open ataupun chalengger. Pilihan disesuaikan dengan elo rating dari masing-masing atlet.
“Kehadiran Atlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaran kompetisi catur Fide Rated ini,” ujar R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA.
“Hadirnya mereka, menujukkan bahwa Fide Rated Tournament yang dimotori oleh JAPFA bersama PERCASI telah mampu menjadi sebuah turnament yang inklusif,” imbuhnya.
Artsanti menjelaskan bahwa dukungan JAPFA bagi pecatur Indonesia terbuka luas bagi atlet dari kalangan manapun. Termasuk diantaranya mereka yang berasal dari Para Chess. Harapannya peluang kompetisi Fide Rated yang cukup jarang dilaksanakan dapat menjadi momentum bagi seluruh pecatur untuk meningkatkan elo ratingnya.
“Tentunya kami sangat berbahagia ketika momentum ini juga dimanfaatkan oleh pecatur profesional dari kelompok Para Chess,” ungkap Artsanti.
“Diharapkan, depan kompetisi yang dilaksanakan oleh JAPFA bersama Percasi semakin menjadi sebuah turnamen yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang memiliki minat, bakat dan kemampuan terlepas dari kondisi fisiknya,” tutupnya. (Warso)
