PULAU TIDUNG (Suara Karya): Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu menghadirkan panggung kreasi bagi para pelajar melalui program Ruang Seni Siswa, sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, sekaligus keberanian tampil di depan publik.
Program yang digelar di ruang terbuka Pulau Tidung itu mengubah taman, kawasan pantai, hingga ruang publik menjadi arena ekspresi bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Mereka bergantian menampilkan tari tradisional, musik, pencak silat, hingga atraksi ketarunaan yang disaksikan guru, orang tua, dan masyarakat.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari mengatakan, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik. Sekolah juga harus memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, karakter, dan kepercayaan diri.
“Ruang Seni Siswa kami hadirkan agar anak-anak memiliki kesempatan untuk berkreasi, sekaligus melatih rasa percaya diri,” kata Thohari saat menghadiri kegiatan Ruang Seni Siswa, di Pulau Tidung Besar, Kamis (15/6/26).
Menurutnya, tantangan pendidikan di wilayah kepulauan bukan semata persoalan letak geografis, melainkan bagaimana memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Saat ini, Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu membina 44 sekolah negeri, 9 sekolah swasta, dan 7 madrasah yang tersebar di enam kelurahan, mulai dari Pulau Sabira hingga Pulau Untung Jawa.
Kegiatan Ruang Seni Siswa telah memasuki batch kedua pada 2026. Sebelumnya, program serupa digelar di seluruh kelurahan pada April 2026 lalu, dengan memanfaatkan berbagai ruang terbuka sebagai panggung kreativitas peserta didik.
Ia menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan cita-citanya.
“Sekolah adalah kanvas belajar bagi anak-anak. Mau menjadi seniman, atlet, ustaz, polisi, prajurit, atau profesi lainnya, sekolah harus memberi ruang agar potensi mereka tumbuh sejak dini,” katanya.
Pemanfaatan ruang publik sebagai tempat berkarya, lanjut Thohari, juga sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong optimalisasi taman, pantai, dan ruang terbuka sebagai pusat aktivitas kreatif masyarakat.
Selain menjadi ajang unjuk bakat, Ruang Seni Siswa juga mempererat kebersamaan antarsekolah di Kepulauan Seribu.
Siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK tampil bersama dalam satu panggung, memperlihatkan keberagaman seni, budaya, dan keterampilan yang mereka miliki.
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudhistira Nugraha yang hadir dalam kegiatan tersebut memberi apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Sudin Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Menurut Yudhistira, pendidikan berkualitas tidak hanya dibangun melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membuat peserta didik berani berekspresi, bekerja sama, dan menemukan potensi dirinya.
Program Ruang Seni Siswa juga dinilai sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong pembelajaran mendalam (deep learning), yakni pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).
Melalui panggung kreasi di ruang terbuka tersebut, para pelajar Kepulauan Seribu tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga belajar membangun keberanian, disiplin, dan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan. (Tri Wahyuni)
