Suara Karya

Berkat Aruna, Nelayan Kini jadi Profesi yang Menjanjikan!

JAKARTA (Suara Karya): Keberhasilan Aruna dalam menghimpun nelayan di Ujung Genteng, Jawa Barat tak lepas dari sosok pria satu ini, namanya Kang Karya. Ia paling antusias saat dijelaskan peran teknologi dalam memakmurkan kehidupan nelayan.

“Waktu Aruna diperkenalkan ke nelayan di Ujung Genteng, semua masih terlihat abu-abu. Karena belum ada bukti teknologi yang kami kembangkan bisa memakmurkan kehidupan nelayan,” kata Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, Utari Octavianty dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Rabu (21/6/23).

Utari mengaku beruntung bertemu dengan Kang Karya, yang bisa memprovokasi komunitasnya, sesama nelayan di Ujung Genteng untuk bergabung ke Aruna. Hal itu mempermudah dalam proses kerja dan koordinasi, sehingga Nelayan Aruna kini dikenal di mancanegara.

“Saat dengar Aruna akan presentasi di kampung kami, saya bersedia datang, karena tidak dipungut bayaran. Saya ajak juga teman-teman supaya ramai,” ujarnya.

Kang Karya mengaku awalnya sempat tak percaya, benarkah teknologi bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya. “Tak ada salahnya saya mencoba. Toh tidak rugi, karena semua gratis,” tutur nelayan spesialis kepiting rajungan tersebut.

Setelah masuk Aruna, Kang Karya melihat profesi nelayan sebagai sesuatu yang menjanjikan. Bukan sekadar tentang pekerjaan yang diturunkan dari orangtua, tetapi menjadi nelayan yang memanfaatkan potensi alam Indonesia secara berkelanjutan.

“Tidak asal menjala, tetapi bagaimana sumber laut kita terjaga keberlanjutannya. Ini harus dipromosikan ke generasi muda, kalau nelayan telah menjadi profesi yang memberi kesejahteraan juga,” ujarnya.

Apalagi, teknologi yang ada membuat pekerjaan jadi lebih mudah. Karena informasi dengan cepat menyebar ke dunia. Hal itu berdampak positif atas hasil tangkapannya. “Kepiting rajungan kami banyak diminati pasar mancanegara,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan Aruna, lanjut Kang Karya, tak sekadar program edukatif tentang perikanan berkelanjutan atau literasi finansial, tetapi membantu Nelayan Aruna untuk memiliki perahu dan alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Aruna juga membantu para Nelayan Aruna untuk memperoleh kartu BPJS, sekaligus mengelola tabungan pendapatan bagi para Nelayan Aruna,” ujarnya.

Kang Karya percaya adanya perusahaan perikanan yang secara nyata peduli dengan kehidupan nelayan dan komunitas pesisir seperti Aruna, maka generasi muda akan terdorong untuk ikut mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia.

“Saya mendorong anak saya dan anak-anak di pesisir untuk membantu orangtuanya dalam memanfaatkan potensi laut negara. Pesisir tak lagi menjadi tempat hidup orang susah,” katanya. (Tri Wahyuni)

Related posts