JAKARTA (Suara Karya): Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia berkualitas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pendidikan Kebanksentralan 2026 bersama lima perguruan tinggi di Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Yustinus, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan dihadiri oleh pimpinan kampus, pembina komunitas mahasiswa, serta ratusan mahasiswa calon penerima beasiswa. Acara juga dirangkaikan dengan kuliah umum yang memberikan wawasan terkait peran kebanksentralan di era digital.
Lima perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini meliputi Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia Banking School, serta Universitas Trilogi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan kebijakan ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program beasiswa, tetapi juga investasi strategis untuk masa depan bangsa. “Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kebijakan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Iwan, generasi muda saat ini harus memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka dituntut untuk memiliki keterampilan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta inovasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan terdigitalisasi.
Dalam program ini, sebanyak 385 mahasiswa akan terpilih sebagai penerima manfaat dan tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jakarta. Para peserta tidak hanya mendapatkan dukungan pendidikan, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan dan pemimpin masa depan yang berkontribusi nyata bagi perekonomian.
Mengusung semangat “Bersinergi, Untuk Jakarta Menginspirasi”, GenBI Jakarta diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari edukasi publik hingga pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, perguruan tinggi juga didorong untuk memperkuat riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan kebijakan ekonomi. Hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi masukan strategis dalam mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah atau otoritas moneter, tetapi juga pada kualitas generasi mudanya. Sinergi antara BI, kampus, dan mahasiswa menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, optimisme terhadap lahirnya generasi unggul yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global pun semakin terbuka lebar. (Boy)
