JAKARTA (Suara Karya) : Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) Del Asri bernafas lega dan langsung mengucapkan Alhamdulilah setelah dinyatakan lulus ujian Disertasi oleh pimpinan sidang Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes dan resmi meraih titel Doktor pada Program Studi S-3 Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK UNNES).
Pada ujian sidang yang berlangsung Senin, 26 Januari 2026 di Aula Lantai 3 Gedung Dekanat FIK UNNES, Del Asri berhasil mempertahankan disertasi “Evaluasi Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional Tahap I Periode Tahun 2021-2024” dihadapan tim penguji antara lain: Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes (Dekan FIK UNNES-Pimpinan Sidang). Dr. Andry Akhiruyanto, S.Pd., M.Pd, Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D. (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Dr. Said Junaidi, M.Kes., Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd (Promotor), Prof. Dr. Heny Setyawati, M.Si. (Kopromotor) dan Prof. Dr. H. Hari Setijono, M.Pd. (anggota promotor).
Menurutnya, mengejar titel Doktor sebagai prasyarat utama untuk meraih Guru Besar agar bisa mengikuti jejak para dosen senior di UNJ. Keberhasilan meraih gelar Doktor tidak terlepas dari ijin dan kehendak Allah SWT, dukungan keluarga, dukungan para kolega di FIKK UNJ, dan restu kedua orang tua. Dari situlah Del Asri tidak pernah menyerah untuk mengejarnya, sampai meraih keberhasilan.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Program Studi Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran tahun 2000, kemudian pada tahun yang sama diterima sebagai Dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) hingga sekarang. Mulai terlibat aktif di dunia olahraga prestasi sebagai Kepala Seksi Pengolah Data Kontingen DKI Jakarta pada PON XVI Tahun 2004 di Sumatera Selatan, kemudian dipercaya sebagai Ketua Posko Utama Kontingen DKI Jakarta pada PON XVII Tahun 2008 di Kalimantan Timur.
Bekal pengalaman di tingkat provinsi membawanya ke jenjang lebih tinggi, sebagai anggota tim monitoring Kontingen Indonesia pada Asian Games XVI/2010 Guangzhou, Cina dan SEA Games 2015 Singapura, sebagai Deputi Bidang Teknik Kontingen Indonesia pada Asian Games XVII/2014 Incheon, Korea Selatan, sebagai Ketua Tim Pengolah Data dan Pelaporan pada SEA Games 2017 Malaysia, sebagai Koordinator Tim Asistensi dan Analisis Data pada SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam, sebagai Sports Analyst pada Asian Games XVIII/2022 Hangzhou, Cina, SEA Games 2023 Cambodia dan Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang dan Tim monitoring Kementerian Pemuda dan Olahraga pada ASEAN Para Games 2015 Singapura, Paralimpiade 2024 Paris, Prancis dan SEA Games 2025 Thailand.
Setelah berkecimpung dalam program persiapan Kontingen Indonesia menuju multi event olahraga dimulai dari sebagai tim evaluasi Pelatnas Asian Games XV/2006 Doha Qatar, sebagai Pengolah Data Satuan Tugas SEA Games XXIV/2007 Nakhorn Ratchasima Thailand, Data dan Strategi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak PRIMA) Pratama tahun 2010, sebagai Kepala Sub Bidang Evaluasi Satlak PRIMA tahun 2013-2015. Dengan memanfaatkan ilmu Statistika dan pengalaman sebagai Konsultan Statistik pada Bengkel Statistik pada tahun 1998-2000, mulai mengembangkan prediksi raihan medali Emas Indonesia pada Asian Games 2014 (prediksi 4 Emas, hasilnya 4 Emas) dan SEA Games 2015 (prediksi 46 Emas, hasilnya 47 Emas) dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Sejak Oktober 2017 mulai terlibat dalam Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON), sebagai Kepala Bagian Performa (2018-2019), Manajer Pengawasan dan Pendampingan Pengembangan Bakat Calon Atlet Prestasi (2019-2020), Kepala Bidang Pengawasan dan Pendampingan Pengembangan Bakat Calon Atlet Prestasi (2022-2024) dan Sekretaris Tim Review (2020-2024).
Model prediksi raihan medali Emas Indonesia pada multievent berbasiskan ilmu Statistika kembali digunakan Menpora Zainudin Amali di SEA Games 2019 Filipina. Kemudian oleh Fery Kono selaku CdM Kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 Vietnam memberikannya gelar “cenayang” olahraga Indonesia karena tingginya tingkat akurasi prediksi medali Emas. Model prediksi raihan Emas berbasiskan ilmu Statistika digunakan saat Menpora dijabat Zainudin Amali hingga sekarang. Semua itu tidak lain untuk membantu Pemerintah dalam menetapkan target Kontingen Indonesia ketika mengikuti multi event olahraga mulai dari SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.
Sebagai akademisi olahraga, ia menjadi konseptor Program Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan (POPB) di Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris Tim Pakar Kemenpora dalam menyusun rancangan Desain Besar Olahraga Nasional Tahun 2021-2045, tenaga ahli Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada penyusunan rancangan Undang-Undang tentang Keolahragaan dan Tenaga Ahli Asistensi dan Analisa Data Olahraga Komite Olimpiade Indonesia tahun 2019-2022.
Del Asri yang lahir di Duri, 8 Agustus 1975, merupakan anak keenam dari Djalaluddin (alm) dan Nur’ain (almh). Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 005 Talang Mandi Duri dan selesai tahun 1988, SMP Negeri 7 Padang tamat tahun 1991, SMA Negeri 2 Padang selesai tahun 1994, Sarjana S1 dari Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran di Bandung selesai tahun 2000, Sarjana S2 dari Program Studi Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta selesai tahun 2014, mulai tahun 2024 melanjutkan studi S3 di Program Studi Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
Pengalaman organisasi olahraga antara lain: Deputy Secretary General Pencak Silat Federation of Asia, anggota Komisi Sport Development Komite Olimpiade Indonesia sejak 2022-sekarang, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat tahun 2014-2017, Wakil Ketua Bidang
Pendidikan dan Penataran tahun 2017-2019 KONI Pusat, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) tahun 2020-2022, Sekretaris Jenderal Federasi Hockey Indonesia (FHI) tahun 2014-2016. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (PP. BAPOMI) periode 2019-2023 dan 2025-sekarang, Komisi Sistem Informasi Olahraga KONI Provinsi DKI Jakarta periode 2005-2011, Sekretaris Umum di Pengprov BAPOPSI DKI Jakarta periode 2012-sekarang, dan Sekretaris Umum Pengprov BAPOMI DKI periode 2022 hingga sekarang.
Sebagai dosen olahraga dipercaya oleh PP BAPOMI menjadi Wakil Ketua Kontingen Mahasiswa Indonesia pada Universiade 2019 Napoli, Italia dan ASEAN University Games 2022 Ubon Ratchathani, Thailand. Kemudian ditunjuk oleh PP BAPOMI sebagai Ketua Kontingen Mahasiswa Indonesia pada World University Games 2021 Chengdu, China berhasil menorehkan sejarah baru Kontingen Mahasiswa Indonesia berada rangking ke 15 dunia dengan raihan 4 Emas. Pada ASEAN University Games 2024 Surabaya-Malang Kontingen Mahasiswa Indonesia yang ia pimpin mencetak sejarah baru raihan medali emas terbanyak sebagai Juara Umum AUG dengan raihan 126 medali Emas. (Warso)
