Suara Karya

Solidaritas Kampus Jakarta, Donasi Rp427 Juta Disalurkan untuk Korban Gempa NTT

KUPANG (Suara Karya): Solidaritas perguruan tinggi di Jakarta mengalir ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Insan perguruan tinggi di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp427.241.128 untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Dana tersebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT di Kantor Gubernur NTT, Kupang, Jumat (2/10/26), melalui sinergi LLDikti Wilayah III dengan LLDikti Wilayah XV NTT.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr Henri Tambunan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Kami berharap bantuan kolektif dari sivitas akademika Jakarta ini dapat membantu memulihkan kondisi masyarakat serta keberlangsungan pendidikan di NTT,” ungkapnya.

Menurut Henri, kepedulian perguruan tinggi tak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan pendidikan dan kegiatan akademik, tetapi juga melalui respons terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat.

Dana yang terkumpul berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta. Sejumlah perguruan tinggi juga bergerak secara mandiri dengan mengirimkan bantuan, maupun relawan untuk mendukung penanganan dampak gempa di NTT.

Perguruan tinggi tersebut, antara lain Universitas Adhyaksa, Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Universitas Tarumanagara, STIKes Mayapada, Institut Media Digital Emtek, dan Universitas Prof Dr Moestopo.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan ekosistem pendidikan tinggi dari Jakarta. Dukungan tersebut tak hanya membantu dari sisi material, tetapi juga memberi penguatan moral bagi masyarakat terdampak.

“Bantuan ini tidak hanya bermakna secara material, tetapi juga membawa pesan moral yang kuat. Pemerintah daerah menyambut hangat sinergi ini untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak, khususnya dalam aspek pendidikan tinggi,” tutur Emanuel.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XV Prof Adrianus Amheka memastikan pihaknya akan memfasilitasi penyaluran dana agar dapat diterima oleh pihak yang membutuhkan.

“LLDikti Wilayah XV akan memfasilitasi pendistribusian, agar bantuan dari perguruan tinggi Jakarta ini langsung menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan, khususnya sektor pendidikan dan warga pemukiman terdampak,” ujarnya.

Selain pemenuhan kebutuhan darurat dan logistik, keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang terdampak gempa juga menjadi perhatian. Perguruan tinggi di NTT berupaya memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi meski menghadapi dampak bencana.

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof Jefri S Bale mengatakan, pihak kampus bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mengkaji kemungkinan pengurangan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa yang terdampak gempa.

Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarganya, sehingga tidak ada mahasiswa yang terpaksa berhenti studi akibat kondisi ekonomi yang terdampak bencana.

Solidaritas tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi persoalan sosial dan kemanusiaan.

LLDikti Wilayah III menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi dan pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan Insan Perguruan Tinggi LLDikti III Peduli NTT. Kepedulian tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak gempa NTT. (Tri Wahyuni)

Related posts