SURABAYA (Suara Karya): Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) hadir dalam Jatim Fest 2026 di Exhibition Hall, Grand City Surabaya, pada 30 September-4 Oktober 2026.
Mengusung pendekatan edukatif dan interaktif, kehadiran BPDP menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat peran dan kontribusi sektor perkebunan nasional, khususnya komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Partisipasi itu juga menjadi bagian dari upaya BPDP memperkuat komunikasi publik dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sektor perkebunan.
Analis Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Mujiono Hardiansyah mengatakan, kehadiran BPDP di Jatim Fest menjadi kesempatan untuk menyampaikan informasi perkebunan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat mengenai perkebunan tidak berhenti pada informasi, tetapi menjadi pengalaman yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Lewat interaksi langsung di Jatim Fest 2026, lanjut Mujiono, masyarakat dapat lebih mengenal kontribusi sektor perkebunan bagi perekonomian Indonesia.
Booth BPDP menghadirkan media edukasi interaktif yang memungkinkan pengunjung memperoleh informasi sekaligus berinteraksi secara langsung.
Pemberdayaan UMKM diwujudkan melalui kolaborasi bersama 3 UMKM mitra BPDP, yaitu Jayanti Batik Malang yang mengajak pengunjung mendapat pengalaman membatik tradisional.
Selain itu, ada Rumah Tamadun dari Rokan Hilir yang memberi pengalaman pengunjung untuk membuat lilin cantik. Serta Moodco Cokelat Malang, yang mengajak pengunjung untuk meracik, sekaligus mencoba minuman cokelat hangat.
Tentu saja semua bahan baku dalam edukasi interaktif dan experiential learning tersebut berbahan produk turunan kelapa sawit dan kakao.
Kehadiran BPDP juga memperkuat fungsi Jatim Fest 2026 sebagai ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui ruang publik seperti itu, BPDP dapat menyampaikan informasi secara langsung sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bertanya dan berdiskusi mengenai sektor perkebunan.
Melalui partisipasi tersebut, BPDP berharap semakin banyak masyarakat memahami peran strategis perkebunan sekaligus melihat kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. (Tri Wahyuni)

