Suara Karya

Didukung Essilor, UT Gelar Pemeriksaan Mata Gratis bagi 500 Siswa di Tangsel

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar kegiatan bakti sosial, berupa pemeriksaan mata gratis bagi 500 siswa SD hingga SMA di wilayah Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/25).

Acara yang didukung OneSight EssilorLuxottica Foundation dan MNC Peduli itu juga memberi kacamata gratis kepada para siswa yang membutuhkan.

Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto dalam pidato sambutan yang dibacakan Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II UT Bidang Keuangan, SDM dan Umum, Adrian Sutawijaya menyambut baik kegiatan ini. Karena penglihatan yang sehat adalah fondasi bagi keberhasilan pendidikan.

“Pendidikan tidak akan bermakna, jika anak-anak tidak dapat melihat papan tulis secara jelas. Edukasi soal gangguan penglihatan perlu diberikan juga ke orangtua, agar gangguan penglihatan pada anak bisa terdeteksi sejak dini,” ucap Prof Ali menandaskan.

Dengan mengusung semangat Kampus Berdampak, Rektor UT menegaskan peran perguruan tinggi yang tak sebatas penyedia layanan pendidikan tinggi jarak jauh, tetapi juga menjadi motor penggerak sosial dalam mengatasi hambatan dasar masyarakat untuk meraih pendidikan berkualitas.

Hal senada dikemukakan Ketua Panitia Dies Natalis ke-41 UT, yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof Dewi Artati Padmo. Ia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan mata gratis oleh UT bersama Essilor sebenarnya telah dilakukan sebanyak 4 kali.

Ia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi agenda tahunan kedepannya, agar semakin banyak kasus gangguan penglihatan pada anak bisa terdeteksi sejak dini.

“Karena setiap tahun selalu ada siswa baru yang membutuhkan bantuan semacam ini,” kata Prof Dewi seraya menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial ini juga bagian dari perayaan Dies Natalis ke-41 UT.

Prof Dewi menambahkan, pihaknya bersama tim dalam satu bulan terakhir turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencari anak-anak yang memenuhi syarat, yaitu memiliki masalah dengan penglihatan dari keluarga kurang mampu.

“Dalam satu bulan itu terkumpul 500 siswa dari 10 sekolah di wilayah Tangsel. Selain pemeriksaan mata gratis, siswa juga mendapat hadiah dari UT berupa tas ransel dan sepatu,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi orangtua untuk mulai peduli terhadap kesehatan mata anaknya. Sehingga anak bisa belajar secara nyaman, karena tidak ada lagi hambatan dalam penglihatannya

Dalam kesempatan yang sama, Head of Commercial Frames and Head of Trade Marketing Onesight EssilorLuxottica Foundation, Dailami Aziz menyatakan komitmen untuk melakukan kegiatan pemeriksaan mata gratis secara rutin di Indonesia.

“Onesight EssilorLuxottica Foundation merupakan organisasi filantropi global yang konsern terhadap masalah penglihatan. Kegiatan semacam ini tak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di negara lainnya,” kata pria pemilik paspor Singapura tersebut.

Dailami menjelaskan, sejak pandemi covid-19 angka siswa di Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan meningkat secara signifikan. Jumlahnya mencapai 40-50 persen dari total peserta kegiatan pemeriksaan mata gratis.

“Padahal sebelum pandemi, biasanya anak yang perlu kacamata hanya sekitar 20 persen setelah pemeriksaan,” ungkap Dailami yang saat itu didampingi Partnership Lead MNC Peduli, Arisma Ranisa.

Dailami menduga, kenaikan angka tersebut karena banyak anak terpapar oleh gadget. “Selain belajar online, anak juga bermain hape di kesehariannya. Sehingga memperparah masalah penglihatannya,” tuturnya.

Pria yang telah tinggal di Indonesia selama lebih dari 10 tahun itu berharap orangtua membatasi kebiasaan main gadget pada anak. Ajak anak bermain di luar rumah untuk kesehatan mata dan mentalnya.

“Semoga masalah ini bisa menjadi kewaspadaan bersama,” kata Dailami menandaskan.  (Tri Wahyuni)

Related posts