JAKARTA (Suara Karya) : Ditengah “hingar bingar” suasana politik akhir – akhir ini, Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto merasa “adem dan bangga” ketika atletnya berhasil meraih juara di Kejuaraan Catur Junior Asia Timur di kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Jumat (8/12/2023).
“Kami berikan apresiasi Diajeng tampil cemerlang dan raih Juara. Begitu juga dengan Cecilia yang menempati urutan ketiga, “ujar GM Utut Adianto di Jakarta, kemarin.
Utut yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP mengatakan, tampil sebagai juara Asia Timur di Malaysia memberikan nilai positif bagi Diajeng langsung memenuhi target meraih titel WIM (Women International Master) dan satu Norma WGM (Women Grandmaster).
Sedang menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem yang langsung mendampingi para pecatur Indonesia di Malaysia, pada pertandingan terakhir Jumat (8/12/2023) menjadi klimaks bagi pecatur putri Indonesia.
Dengan kalahnya WCM Cecilia Natalie Liuviann dari pecatur tuan rumah WCM Chia Jia-Tien ternyata berkah buat WFM Diajeng Teresa Singgih yang menang atas Ma Elayza Villa dari Filipina.
Dikatakan berkah karena kini nilai tie-break pertama head to head yang menguntungkan pecatur Mongolia WFM Boldbaatar Altantuya kini tidak berlaku lagi.
Nilai tie-break kedua Buchholz yang kini berlaku, dan disini Diajeng unggul setengah poin (45 banding 44,5). Altantuya dan Diajeng sama membukukan 7½ poin dari 9 babak. Dari situlah, Diajeng keluar sebagai Juara dan langsung mendapat gelar WIM (Women International Master) dan satu Norma WGM (Women Grandmaster).
Sedang Cecilia yang kalah tetap bertahan di peringkat 3 dengan 6½. Dan bukan cuma Juara tiga, Cecilia juga meraih gelar WFM (Women FIDE Master) langsung.
Adapun di sektor putra, Indonesia juga menempatkan satu pecatur nya di panggung juara, yaitu juara tiga atas nama IM Aditya Bagus Arfan yang mengalahkan pecatur tuan rumah Nirish Kumar Siva Kumar sehingga membukukan 7 poin.
Juaranya diraih IM Daniel Quizon dari Filipina. Peringkat duanya FM Munkdalai Amilal dari Mongolia yang ditahan remis pecatur Pelatnas Junior Indonesia CM Fabian Glen Mariano. Keduanya membukukan 7½ poin.
Sementara Fabian mengumpulkan 6½ poin berada di peringkat 4. Peserta putra 39 pecatur dari 8 negara; Putri diikuti 21 peserta dari 10 negara. (Warso)
