Suara Karya

JKF 2026 Bidik Transaksi Rp40 Miliar, BI Andalkan Kolaborasi 67 Lembaga

JAKARTA (Suara Karya): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menargetkan nilai transaksi sebesar Rp40 miliar selama penyelenggaraan puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026. Target tersebut diharapkan tercapai melalui kolaborasi 67 lembaga dan instansi yang bersama-sama memperkuat pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, dan digitalisasi sistem pembayaran di Jakarta.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan JKF 2026 bukan sekadar festival, melainkan gerakan kolaboratif yang dirancang untuk menggerakkan sektor riil sekaligus memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth) bagi Jakarta.

“Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di wilayah DKI Jakarta. Tahun ini tidak kurang dari 67 lembaga dan instansi berkolaborasi dalam kegiatan puncak JKF 2026 untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku usaha ekonomi kreatif maupun UMKM di wilayah DKI Jakarta,” ujar Iwan saat pembukaan rangkaian puncak JKF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, melalui berbagai aktivasi seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, dan edukasi kebanksentralan, BI menargetkan nilai transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 mencapai Rp40 miliar.

Iwan menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif Jakarta difokuskan pada tiga sektor unggulan, yakni sport, music, dan film, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.

Mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”, JKF 2026 diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan sebagai platform kolaborasi untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, perbankan, pelaku UMKM, media, dan masyarakat.

Puncak penyelenggaraan JKF 2026 menghadirkan 377 tenant, yang terdiri atas 290 tenant UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas. Festival ini juga mengintegrasikan berbagai program penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, ekonomi syariah, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan pangan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan ekonomi kreatif telah menjadi mesin pertumbuhan baru Jakarta yang terus berkembang melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Ia mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia menghadirkan JKF sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyatakan JKF 2026 menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan dalam mendorong sektor riil dan meningkatkan produktivitas ekonomi Jakarta.

Menurutnya, Bank Indonesia akan terus memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif melalui inovasi, perluasan penggunaan sistem pembayaran digital, serta peningkatan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional. (Boy)

Related posts