Suara Karya

PetroChina Gelar Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Bersama TNI-Polri dan Masyarakat

JAKARTA (Suara Karya): Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan pengamanan di wilayah kerjanya, PetroChina International Jabung Ltd. menggelar Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan yang berbasis pada Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 7 Tahun 2019. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Aula Kantor Koramil 419-05/Geragai Kodim 0419/Tanjab, Senin (11/11/2024).

Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Keamanan PetroChina ini melibatkan kolaborasi dengan TNI, Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan masyarakat. Beberapa tokoh yang hadir dalam sosialisasi tersebut di antaranya adalah Security Act. Supt. PetroChina International Jabung Ltd., Zaenal, Danramil Geragai Kapt. Inf. Rudi Chandra Marpaung, Kanit Pamovit Polres Tanjung Jabung Timur Ipda Dadang Kusuma, Kapolsek Geragai Iptu Budi Sitinjak, Camat Geragai Iduar Aidi, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.

Zaenal dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal dari penerapan sistem pengamanan yang lebih komprehensif di wilayah operasi PetroChina. “Kami berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara perusahaan, TNI-Polri, dan masyarakat dapat lebih ditingkatkan, demi terciptanya keamanan yang lebih baik di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Zaenal.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat implementasi sistem manajemen pengamanan yang sesuai dengan Perpol No. 7 Tahun 2019, yang mengatur standar pengamanan bagi objek vital nasional, khususnya di sektor energi dan migas. Dengan penerapan sistem yang lebih terstruktur, diharapkan dapat menjamin perlindungan yang lebih baik terhadap fasilitas dan aset perusahaan serta masyarakat di sekitarnya.

Materi sosialisasi mengupas berbagai aspek penting terkait deteksi dini terhadap ancaman dan potensi gangguan keamanan. Zaenal menjelaskan pentingnya komunikasi intensif antara PetroChina dengan masyarakat sekitar untuk mencegah potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran operasional perusahaan. Ia juga menyoroti beberapa area operasional penting yang menjadi fokus pengamanan, di antaranya NGF Plant (Geragai), FSO Plant (Off Shore), BGP Plant (Betara), serta Wellpad & Production Facilities.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem keamanan, PetroChina sebelumnya juga telah menyelenggarakan workshop “Analisa Risiko Pengamanan (TIRAC) Berdasarkan Perpol No. 7 Tahun 2019” pada 1-2 November 2024. Workshop ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang berpotensi mengancam fasilitas dan operasional perusahaan.

Sebagai penutup, Zaenal mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PetroChina untuk terus menjaga keamanan dan mematuhi peraturan yang berlaku. Sebagai simbol komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kesepakatan antara PetroChina, pihak pengamanan, dan masyarakat dalam menjalankan Sistem Manajemen Pengamanan yang telah disosialisasikan. (Boy)

Related posts