JAKARTA (Suara Karya) : Mendapat penghargaan atas karya dan jasanya merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi atlet maupun pengurus olahraga. Semua itu dialami dan dirasakan langsung Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya saat menerima penghargaan “Distinguished Sponsor Award” ASEAN Caissa Awards 2025.
“Kami bangga menerima penghargaan
ASEAN Caissa Awards 2025. Melalui penghargaan ini menjadi tantangan yang lebih kuat lagi memajukan prestasi para pecatur mencapai puncak internasional atau dunia, “tegas Ir. Eka Putra Wirya usai merayakan HUT SCUA di Cafe Tutur, Checkmate Area, Bekasi, kemarin.
Eka Putra Wirya mengatakan, keberhasilan meraih penghargaan dari Asean Chess Confederation (ACC) tidak terlepas dukungan Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto dan Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi Kristianus Liem yang mewakili langsung saat menerima penghargaan dari Presiden ASEAN Chess Confederation Sahapol Nakwanich.
Saat merayakan hari jadinya yang ke-25 tahun 2025, Konfederasi Catur ASEAN atau Asean Chess Confederation (ACC) memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung olahraga catur di negaranya.
Penghargaan diberikan bersamaan dengan kegiatan malam apresiasi turnamen 25th ASEAN+Age Group Chess Championship 2025 yang diselenggarakan di Penang, Malaysia.
Eka Putra Wirya mengatakan, penghargaan juga diberikan pada Universitas Gunadarma, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Menurutnya,
Distinguished Sponsor Award merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan ACC kepada mitra korporasi maupun perorangan untuk dedikasinya yang luar biasa dalam mengembangkan catur sebagai olahraga yang inklusif, kompetitif, dan bermartabat di tingkat regional.
Menurutnya, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, mendapatkan penghargaan sebagai wujud komitmen berkelanjutan JAPFA dalam mendukung pengembangan catur. “Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini. Bagi kami catur bukan sekedar olahraga tetapi juga sarana untuk membentuk karakter, melatih strategi, serta mengasah daya pikir taktis, ” ujarnya.
Begitu juga dengan Universitas Gunadarma mendapatkan penghargaan karena dedikasi mereka, terutama dalam membuka peluang bagi para pecatur untuk memperoleh beasiswa dalam dunia pendidikan.
Dengan penghargaan yang diberikan Asean Chess Confederation (ACC) diharapkan memompa semangat, dunia catur di Indonesia dapat semakin berkembang dan mampu menorehkan prestasi di ajang catur internasional.
Pre SEA Games
Apalagi saat pemberian penghargaan Asean Chess Confederation (ACC) di Penang Malaysia, Selasa 8 Juli 2025, tim catur Indonesia tampil gemilang dengan menyuguhkan 18 medali emas, dan 3 perak.
Menurut Sekjen PB Percasi, Hendry Hendratno, medali yang diraih pecatur Indonesia melalui nomor perorangan, memboyong 8 medali emas. Sementara di kelas beregu, mereka menyapu 10 medali emas dan 3 medali perak.
Hal itu pula yang memberikan kebanggaan bagi pecatur nasional sebelum di kirim ke SEA Games ke 33 di Thailand, Desember 2025. Kendati saat di Penang, karena keterbatasan waktu dan peserta, medali beregunya dihitung berdasarkan jumlah poin yang diraih para pemain di nomor perorangan.
Misalnya ada nomor doubles (jumlah poin dari 2 pemain teratas satu negara), triples (jumlah poin dari 3 pemain teratas satu negara), quadruples (jumlah poin dari 4 pemain teratas satu negara), dan Mixed Quintuples (jumlah poin dari 4 pemain putra teratas plus 1 pemain putri teratas dari satu negara).
Total nomor beregu tersebut ada 13. Nah dari 13 nomor tersebut, tim Indonesia hanya kehilangan emas di tiga nomor saja alias hanya mendapat medali perak. Atau dengan kata lain Tim Indonesia menyapu 10 medali emas dan 3 medali perak. Sementara 3 emasnya direbut tim Singapura. Tiga nomor tersebut adalah Makruk catur standar 2 pemain (doubles), 3 pemain (triples) dan 4 pemain (quadruples).
“Meski yang dipertandingkan di Penang merupakan catur tradisional Thailand yaitu Makruk, namun tidak persoalan bagi pecatur nasional untuk mendominasi. Semoga di SEA Games 33 nanti, tim catur Indonesia mampu mengukir juara umum, ” tegas Hendry lagi. (Warso)
