Suara Karya

Wisuda UNIBANG, Rektor Paristiyanti Paparkan Lompatan Prestasi Kampus

TANGERANG (Suara Karya): Universitas Bhakti Asih Tangerang (UNIBANG) menggelar wisuda diploma, sarjana dan profesi, yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-2 kampus tersebut, di Hotel Atria BSD, Tangerang Selatan, Senin (19/1/26).

Acara ini menjadi momentum penting yang menegaskan kualitas lulusan, sekaligus menampilkan lompatan prestasi UNIBANG sebagai perguruan tinggi muda di bidang kesehatan.

Kepala LLDikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman menegaskan, seluruh wisudawan UNIBANG telah memenuhi ketentuan akademik dan administrasi nasional. Mulai dari proses studi, capaian IP dan IPK, hingga kepemilikan Nomor Induk Nasional (PIN) sebagai syarat sah kelulusan.

“Dari 92 usulan lulusan yang diajukan melalui Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Tangerang, seluruhnya telah lengkap PIN-nya. Artinya, wisuda ini sah dan legal,” tegas Lukman.

Sebanyak 92 wisudawan yang diwisuda berasal dari program S1 Ilmu Keperawatan, Profesi Ners, dan Kebidanan.

Lukman mengapresiasi tata kelola akademik UNIBANG yang dinilai tertib dan sesuai regulasi, terlebih di tengah rencana pemisahan wilayah LLDikti Jawa Barat dan Banten ke depan.

Dalam sambutannya, Lukman menyoroti tantangan dunia kerja di era teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Ia mengakui, teknologi telah menggantikan banyak pekerjaan, bahkan di sektor kesehatan. Namun, menurutnya, perawat dan bidan tidak akan tergantikan oleh robot atau AI.

“Robot bisa memberikan obat dan mendeteksi detak jantung, tetapi tidak bisa menyentuh hati dan memberi harapan. Selama perawat dan bidan memegang nilai ‘caring’, maka profesi ini tidak akan tergantikan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar bijak menyikapi arus informasi digital dan tidak mudah menyebarkan hoaks yang kini semakin mudah dimanipulasi oleh teknologi AI.

Sementara itu, Rektor UNIBANG Paristiyanti Nurwardani, mengungkapkan rasa syukur atas capaian kampus yang baru berusia dua tahun tersebut. Jumlah wisudawan meningkat dari 62 orang pada tahun lalu, menjadi 92 orang tahun ini.

Bahkan, ia optimistis dalam 3-4 tahun ke depan UNIBANG mampu mewisuda hingga 920 lulusan.
Optimisme tersebut didukung lonjakan signifikan mahasiswa baru.

“Tahun lalu total mahasiswa kami hanya 196 orang. Tahun ini, mahasiswa baru mencapai 938 orang,” ungkap Paristiyanti.

Ia juga mengapresiasi peran media serta dukungan penuh dari pendiri sekaligus pemilik UNIBANG, Hajjah Dedeh Nurhayati dan Ketua Pengurus Yayasan Bhakti Asih Karang Tengah Tangerang dr Sulaiman Ratman.

Paristiyanti menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang memberi kepercayaan besar kepada UNIBANG. Kampus itu menerima 105 mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, melonjak tajam dari tahun lalu sebanyak 5 orang.

Selain itu, pihak yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru, sebagai bentuk nyata pengabdian di bidang sosial dan pendidikan.

Di bidang akademik, UNIBANG mencatat capaian yang impresif. Penelitian dosen telah terindeks Copernicus (setara SINTA 3-4), dengan rata-rata 94 penelitian dan 32 HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) per tahun.

Program Diploma 3 bahkan mencatat kelulusan 100 persen secara ‘one shoot’ atau satu kali ujian langsung lulus dalam Uji Kompetensi Keahlian. Sebuah capaian luar biasa bagi kampus berusia dua tahun.

Pada aspek hilirisasi lulusan, lanjut Paristiyanti, UNIBANG membuka peluang magang dan kerja ke Jepang sejak mahasiswa semester 5. Program itu mencakup bidang S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, Profesi Ners, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, hingga Administrasi Rumah Sakit.

“Mahasiswa bisa magang 2-4 semester dengan gaji minimal Rp18 juta per bulan. Pelatihan Bahasa Jepang hingga level N4 kami fasilitasi gratis, tanpa utang sepeser pun,” tuturnya.

Program ini selaras dengan pesan Lukman yang menyebut peluang tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri sangat besar, termasuk di Jepang, Eropa, dan Amerika.

Ke depan, UNIBANG menargetkan 40 persen dosennya menempuh pendidikan doktor (S3) dalam 2-4 tahun sebagai fondasi pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dan Kedokteran Gigi.

“Target besar lainnya adalah bagaimana mewujudkan UNIBANG Unggul paling lambat 2028. UNIBANG kami siapkan untuk Tangerang, Banten, Indonesia, dan dunia,” tegas Paristiyanti.

Dengan dukungan LLDikti, pemerintah, yayasan, dan kolaborasi pentahelix, UNIBANG kian mantap melangkah sebagai kampus kesehatan yang berdampak, adaptif terhadap teknologi, dan siap mencetak lulusan berdaya saing global. (Tri Wahyuni)

Related posts