JAKARTA (Suara Karya): PT FWD Insurance Indonesia kembali menghadirkan inisiatif InnovaterHer Academy 2.0, sebuah program pemberdayaan perempuan pendiri perusahaan rintisan (startup) bidang teknologi dan inovasi yang berdampak positif terhadap Indonesia.
“InnovateHer Academy 2.0 merupakan upaya berkesinambungan FWD Insurance untuk merayakan kekuatan perempuan dalam dunia kewirausahaan,” kata Direktur Utama FWD Insurance, Desy N Widjaja dalam peluncuran program tersebut, di Jakarta, Selasa (3/12/24).
Perhelatan tersebut merupakan satu bagian dari FWD 11 Community Care Grants dalam perayaan ulang tahun FWD yang ke-11.
Berkaca dari gelaran perdana pada 2023 yang berhasil mendukung 10 pengusaha perempuan untuk memulai bisnis mereka, di tahun kedua inj InnovateHer Academy 2.0 ditujukan untuk 8 perempuan pendiri startup terpilih di level MVP, yang berfokus pada inisiasi, pengembangan, dan implementasi pilot project yang didampingi para experts.
“Kami memahami, perempuan memiliki peran penting sebagai agen pembangunan dalam pemberdayaan ekonomi nasional,” tuturnya.
Ditambahkan, perempuan juga memiliki kemampuan untuk mendorong inovasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan memberi dampak yang signifikan pada perekonomian nasional.
“Meski begitu, masih banyak pekerjaan yang kita lakukan untuk memastikan perempuan mendapat kesempatan yang setara di ekosistem startup, termasuk mendapat pendanaan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan perusahaan rintisannya,” ucapnya.
Melansir data ‘Crunchbase dan Statista’, proporsi pendanaan modal ventura (venture capital) untuk startup yang didirikan perempuan masih rendah dan belum mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Tak hanya itu, data dari BPS menyebut secara statistik hanya 1 dari 3 posisi manajerial dipegang perempuan dengan gaji yang lebih rendah dibanding laki-laki. Hal itu menyebabkan pengusaha perempuan kerap terbentur tantangan gender bias.
Kondisi itu, lanjut Desy, berdampak pada minimnya perkembangan pengusaha perempuan profesional. Selain juga tidak didukung figur role model yang dapat dijadikan contoh, sehingga perempuan pengusaha kekurangan motivasi dan inspirasi untuk berkembang.
“Melalui InnovateHer Academy 2.0, kami mengajak seluruh perempuan pendiri perusahaan rintisan untuk memperkaya kemampuan diri, keterampilan, pengetahuan dan jaringan koneksi guna meningkatkan skala bisnisnya, yang akan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia,” katanya.
Upaya itu, menurut Desy, sekaligus mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.
InnovaterHer Academy 2.0 mendapat dukungan dari UN Women Indonesia. Menggandeng KUMPUL.ID, salah satu ‘ecosystem enabler’ terbesar di Indonesia, penggerak ekosistem kewirausahaan dan perusahaan rintisan di Indonesia.
Dukungan itu akan mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital melalui program-program yang mempercepat proses penciptaan usaha yang sukses melalui pemberdayaan pendidikan serta koneksi jaringan bisnis yang kuat.
Delapan perusahaan rintisan perempuan terpilih akan mendapat pengetahuan bisnis, dari pengembangan dan inovasi produk, pemasaran dan akuisisi konsumen, pendanaan dan perencanaan keuangan hingga dapat menyusun dan mengimplementasi pilot project melalui pendampingan selama 2 bulan, dengan mentor ahli dan venture capital.
Pada tahap akhir program, para peserta akan memaparkan pilot project dan pencapaiannya melalui sesi presentasi one on one kepada masing-masing investor. Hal itu memberi kesempatan untuk mendapat pendanaan bagi perusahaan rintisan mereka.
Founder dan Chairperson dari KUMPUL.ID, Faye Wongso mengatakan ‘InnovateHer Academy’merupakan program pemberdayaan perempuan yang mengedepankan pendekatan berorientasi pada solusi, guna membantu mereka dalam menavigasi dan mengatasi tantangan di industri bisnis, khususnya fintech dan insuretech.
“Melalui sesi pelatihan dengan mentor terbaik di bidangnya, kami juga menjembatani kesenjangan pendanaan, mempertajam strategi penetrasi pasar hingga membangun jaringan koneksi maupun ekosistem yang menunjang bisnis menjadi lebih berkelanjutan,” ujar Faye.
Sementara itu, Officer in Charge for Country Representative UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati Faiz mengatakan, ‘InnovateHer Academy’ adalah inovasi pemberdayaan perempuan kolaboratif yang menggabungkan mitra dari berbagai sektor, yang berkontribusi bagi startup yang didirikan dan dipimpin oleh perempuan untuk berkembang.
“Kami berharap inisiatif ini akan memperkuat upaya pelibatan sektor swasta untuk mengubah bisnis yang memajukan kesetaraan gender,” ucap Dwi Yuliawati Faiz.
Melalui pelaksanaan InnovateHer Academy 2.0, FWD Insurance berharap dapat meningkatkan peluang bagi perempuan Indonesia, terutama para pendiri startup, untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia; serta membantu startup mendapat perhatian lebih dan pendanaan di masa depan.
Dukungan FWD Insurance terhadap pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender juga tercermin dari komitmen korporasi terhadap Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women’s Empowerment Principles) yang diinisiasi UN Women dan UN Global Compact.
“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari inisatif ini. Terlebih program pemberdayaan kami, InnovateHer Academy terinspirasi oleh semangat, ketangguhan dan jiwa inovatif para pengusaha perempuan dalam mengubah mimpinya menjadi realita,” kata Desy menandaskan. (Tri Wahyuni)
