JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) bergerak cepat memulihkan proses pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan tanah longsor, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Upaya itu dilakukan melalui pendataan kerusakan sekolah, pemetaan kebutuhan layanan belajar, serta penyediaan dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendidkasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang melanda sejumlah daerah tersebut.
Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi, sekalipun berada dalam situasi darurat.
“Atas nama pribadi dan Kemdikdasmen, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang terdampak musibah. Disediakan dana sebesar Rp13,3 miliar untuk bantuan untuk tiga provinsi tersebut,” kata Menteri Mu’ti di Jakarta, Senin (1/12/25).
Selain anggaran tersebut, Kemdikdasmen juga membuka partisipasi publik melalui Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Kemdikdasmen untuk menghimpun donasi dari masyarakat yang ingin membantu pemulihan korban bencana.
Untuk kebutuhan pendidikan, kementerian telah menyiapkan berbagai peralatan sekolah serta dukungan lainnya yang diperuntukkan bagi murid-murid terdampak. Untuk distribusi bantuan masih menunggu pemulihan akses menuju lokasi terdampak.
Kemdikdasmen kini berkoordinasi secara intens dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk memvalidasi kerusakan sarana pendidikan dan menentukan jenis bantuan yang diperlukan.
Menteri Mu’ti juga mengajak semua pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan. Upaya pemulihan harus dilakukan secara komprehensif, termasuk memastikan layanan pendidikan anak tetap berjalan.
“Ketika data akurat sudah terkumpul, berikutnya kita bisa menyusun langkah-langkah agar pembelajaran tetap dapat dilakukan. Seperti pendampingan psikososial untuk anak-anak dan memprioritaskan sekolah terdampak agar mendapat bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di tahun depan,” ujarnya.
Dengan langkah cepat ini, Kemdikdasmen berharap pemulihan pendidikan di wilayah terdampak dapat segera berlangsung sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. (Tri Wahyuni)

