JAKARTA (Suara Karya): Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti), Bintaro, Jakarta, pada Senin (17/8/26) berlangsung meriah.
Selain upacara bendera, IP Trisakti juga memanfaatkan momentum untuk menggelar beragam kegiatan yang mengedepankan kepedulian sosial, membangun keakraban di kalangan sivitas akademika, hingga menghadirkan bazar produk yang melibatkan alumni, pelaku UMKM, masyarakat, serta mitra usaha IP Trisakti.
Kegiatan diawali dengan Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti pegawai dan mahasiswa IP Trisakti. Melalui upacara diharapkan tumbuh semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi kita untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, dan kontribusi nyata,” ujarnya.
Sedangkan terkait kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta kebersamaan seluruh keluarga besar IP Trisakti, Fetty berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan sosial yang digelar adalah Program Pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas. Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya itu kini menyasar 250 warga se-DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, IP Trisakti kembali dipercaya untuk kegiatan KLG bagi lansia dan penyandang disabilitas. Kegiatan pertama dalam acara Dies Natalis IP Trisakti pada 13 Juni 2026 lalu dinilai berhasil. Karena itu, Pemda DKI memenuhi permintaan kami untuk membuat acara serupa,” tuturnya.
Kehadiran KLG dinilai berhasil menciptakan akses layanan yang lebih mudah dan ramah bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Semangat pengabdian juga diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar pelaku UMKM binaan BAZNAS dan MUI serta alumni IP Trisakti.

Dalam kegiatan tersebut, IP Trisakti berbagi pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kompetensi perguruan tinggi, khususnya di bidang pariwisata, perhotelan, kuliner, dan kewirausahaan.
Program itu sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat dan dunia usaha.
Tidak hanya kegiatan sosial, IP Trisakti juga menghadirkan kegiatan yang mempererat hubungan internal keluarga besar kampus.
Salah satunya adalah City Tour yang diikuti pegawai, keluarga pegawai, dan alumni untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat jejaring alumni.
Semarak kemerdekaan semakin terasa melalui Bazar Kuliner yang melibatkan mahasiswa dan UMKM eksternal. Beragam lomba juga digelar dengan melibatkan sivitas akademika dan keluarga besar IP Trisakti sehingga suasana perayaan kemerdekaan berlangsung meriah dan penuh keakraban.
Rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah instansi, mitra transportasi, dunia usaha, alumni, dan pelaku industri.
Para pendukung kegiatan antara lain Dinas Perhubungan DKI Jakarta, TransJakarta, LRT Jakarta, MRT Jakarta, Bank Jakarta, Sagolicius, T3 Premium Tea, Marizafoods, Sinar Meadow, Koepoe-Koepoe, Dua Belibis, Bogasari, Roemah Koffie Academy, Aqua, Flavorlab, dan IKAPTRI.
Dukungan berbagai pihak tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat kolaborasi IP Trisakti dengan pemerintah, dunia usaha, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui semangat “Bersatu, Berkarya, dan Berkontribusi”, IP Trisakti menegaskan komitmennya untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang memperkuat nasionalisme sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Amanat Mendiktisaintek
Dalam upacara bendera, Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto terkait peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Dalam pesannya tersebut, Mendiktisaintek meminta perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
“Kampus tak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional melalui penguatan talenta, riset, teknologi, dan inovasi,” ucapnya.
Menurut Brian, perguruan tinggi harus ikut memastikan berbagai agenda tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita harus hadir dengan pemikiran yang jernih, kritik yang membangun, talenta yang unggul, serta riset dan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan bangsa,” ujarnya.
Brian menekankan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk besar, serta generasi muda yang kreatif. Namun, seluruh modal tersebut tidak otomatis menjadikan Indonesia sebagai negara maju tanpa kemampuan mengolahnya menjadi nilai tambah.
Karena itu, penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun industri nasional yang kuat.
Brian menilai kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan memberikan gelar. Perguruan tinggi harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsa, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.
“Kampus harus menjadi pusat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan strategis bangsa,” kata Brian menandaskan.
Ia menyebut sejumlah bidang yang perlu mendapat perhatian, antara lain teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, hingga berbagai teknologi mendalam atau deep technology yang akan menentukan masa depan Indonesia. (Tri Wahyuni)

