Suara Karya

Stok Beras Bulog Melimpah, OP Belum Dibutuhkan

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh, menegaskan stok dan cadangan beras Bulog saat ini sedang melimpah. Bahkan, stabilnya harga dan melimpahnya persediaan beras di Pasar Induk Cipinang, menjadikan perusahaan pelat merah ini tidak perlu melakukan operasi pasar.

Namun demikian, Tri mengatakan saat ini rata-rata pendistribusian beras melalui operasi pasar baru mencapai 2.000 ton per hari. Padahal, penugasan Bulog untuk mendistribusikan beras sebanyak 15.000 ton per hari.

Dia menegaskan, Bulog tetap akan menyiapkan beras operasi pasar untuk digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. Caranya, perusahaan pelat merah ini tetap melakukan koordinasi dengan PT Food Station untuk terus memantau pasokan dan stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta.

Untuk diketahui, Bulog melakukan operasi pasar dengan menjual beras seharga Rp 8.100 per kilogram (kg) di gudang dan Rp 8.750 per kg di pasaran. Saat ini penjualan sudah dilakukan di pasar tradisional dan lingkungan perumahan, agar masyarakat bisa lebih mudah menjangkau OP yang dilakukan Bulog.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengungkapkan serapan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih sangat rendah.

“Sebelumnya pada 4 September Bulog telah melakukan OP. Jadi harga beras saat ini jauh lebih stabil,” katanya di Jakarta, Sabtu (8/9).

Arief mengatakan, saat ini pasokan beras di PIBC sangat melimpah. Sebab, pengiriman beras dari luar daerah masih lancar.

Bahkan lanjutnyaf, rata-rata beras yang masuk dari daerah sebanyak 3.000 hingga 5.000 ton. Sehingga saat ini posisi stok masih tergolong aman di level 45.845 ton.

“Pemasukan beras dari daerah rata-rata 3.000 sampai 5.000 ton. Nah jadi stok akhir Cipinang sekarang 45.845 ton, itu aman soalnya batasnya 25.000 sampai 30.000 ton,” ujarnya. (Bayu Legianto)

Related posts