Suara Karya

Terobosan Baru, UT Buka Prodi Vokasi D4 Kearsipan dan D3 Perpajakan

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Terbuka (UT) mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia, melalui pembukaan 2 program studi (prodi) baru bidang vokasi, yaitu D4 Kearsipan dan D3 Perpajakan.

“Dua prodi vokasi baru akan dibuka mulai semester depan,” kata Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto disela acara Wisuda Periode Ganjil 2025-2026 Wilayah I dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (28/10/25).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof Rahmat Budiman; Direktur Akademik; Direktur Akademik dan Administrasi Kelulusan UT, Firmansyah S.Kom, MM.

Prof Ali Muktiyanto menjelaskan, pendirian program vokasi tersebut merupakan langkah strategis UT dalam menjawab kebutuhan nyata industri terhadap tenaga kerja terampil, adaptif, dan berdaya saing global.

“Terobosan pendidikan yang dilakukan UT tak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menjamin keterhubungan langsung antara kampus dan dunia kerja,” ucapnya menegaskan

Karena itu, lanjut Prof Ali, sistem perkuliahan vokasi UT dirancang secara khusus agar setiap mahasiswa memiliki jalur magang dan peluang kerja yang pasti sejak awal perkuliahan.

“Mahasiswa yang diterima di program vokasi UT dipastikan memiliki tempat magang dan tempat bekerja. Karena itu, langkah pertama yang kami lakukan adalah memperluas jejaring kerja sama dengan industri,” tutur Prof Ali.

Dipilihnya D4 Kearsipan dan D3 Perpajakan sebagai prodi pembuka, lanjut Prof Ali, karena mendapat dukungan dari lembaga-lembaga nasional strategis.

Program D3 Perpajakan didukung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan D4 Kearsipan didukung lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Mahasiswa D3 Perpajakan akan mendapat pendampingan langsung dari Ditjen Pajak, sedangkan D4 Kearsipan dibina langsung ANRI. Sehingga dipastikan setiap lulusan tak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjalankan peran profesional di instansi dan sektor publik.

Ke depan, UT juga menyiapkan pembukaan program baru seperti Akuntansi Digital dan Manajemen Logistik, dua bidang yang tengah naik daun di era digital dan industri 4.0.

“Kami ingin memastikan lulusan UT dapat mengisi posisi strategis di sektor-sektor yang sedang berkembang pesat saat ini,” ujarnya.

Selain memberi keterampilan teknis, UT menekankan pentingnya sertifikasi profesi sebagai bukti kompetensi lulusan. Setiap mahasiswa vokasi akan dibekali minimal 4 sertifikasi kompetensi dan maksimal 8 sertifikasi selama masa studi.

“Dengan sistem multi-entry multi-exit, mahasiswa bisa masuk industri kapan pun dan kembali melanjutkan studi tanpa kehilangan capaian akademiknya,” jelas Rektor.

Model pembelajaran vokasi UT juga mengadopsi sistem personalized learning berbasis digital, di mana mahasiswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun dengan dukungan teknologi pembelajaran interaktif.

Langkah ini sekaligus menghapus stigma lama bahwa pendidikan jarak jauh hanya berfokus pada teori tanpa pengalaman praktik.

“UT kini bukan hanya penyumbang lulusan terbanyak, tapi juga penyumbang tenaga kerja kompeten di berbagai sektor industri,” ucap Prof Ali.

Dengan sinergi antara akademik, industri, dan sertifikasi profesi, Program Vokasi UT menjadi wujud nyata dari misi open learning dan open impact, membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang relevan, aplikatif, dan menjamin masa depan karier.

“Kami ingin mahasiswa UT lulus tepat waktu, terserap di dunia kerja, dan memiliki kompetensi unggul. Itulah makna sejati pendidikan terbuka yang berdampak nyata bagi bangsa,” kata Prof Ali Muktiyanto menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts