JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti kembali menggelar Internship Expo untuk mempermudah mahasiswa mencari tempat magang. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu diikuti 76 industri perhotelan dan MICE.
“Internship Expo ini merupakan kegiatan rutin setiap semester untuk mempermudah mahasiswa magang di industri terkait,” kata Koordinator Kerja Sama dan Alumni IP Trisakti, Agus Riyadi saat membuka acara di kampus yang berlokasi di Tanah Kusir, Jakarta, Selasa (5/3/24).
Agus Riyadi menambahkan, program magang penting bagi mahasiswa agar merasakan atmosfir dunia kerja sebelum lulus. Sehingga mereka lebih siap saat memasuki dunia kerja.
Karena itu, Agus Riyadi meminta mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan magang selama 6 bulan di industri terkait untuk mengasah keterampilan, yang akan berguna untuk bersaing di dunia kerja.
“Saya dengar mahasiswa suka ‘mager’ kalau dapat pekerjaan di industri yang tidak sesuai minat. Padahal itu kesempatan untuk mengasah beragam keterampilan sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Job Arrangement System, Institut Pariwisata Trisakti, Yulihan Feeriaty menjelaskan, Internship Expo dibuat untuk mempermudah mahasiswa dalam mencari tempat magang.
“Apalagi kegiatan magang ini wajib bagi mahasiswa semester 5 dan 7.
Lalu kami mengambil inisiatif menggelar internship expo, yang ternyata mendapat apresiasi dari kalangan industri perhotelan dan MICE,” kata perempuan yang akrab dipanggil Henny itu.
Karena itu, lanjut Henny, industri yang mengikuti Internship Expo meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini tercatat ada 76 industri, dan satu diantaranya dari luar negeri yaitu Dorsett Grand Subang, Malaysia.
“Industri pariwisata dan MICE sudah bangkit lagi, sehingga mereka butuh banyak karyawan yang akan diisi mahasiswa magang. Tak sedikit mahasiswa magang kami direkrut setelah lulus,” katanya.
Karena banyaknya industri yang ikut Internship Expo, kegiatan tersebut digelar selama 3 hari menampilkan industri perhotelam dan MICE yang berbeda setiap harinya. “Seperti biasanya, sekitar 300 mahasiswa yang akan magang semester ini terserap lewat Internship Expo,” ucap Henny.
Salah satu industri perhotelan yang mengikuti Internship Expo Institut Pariwisata Trisakti Setiap semester adalah Hotel Kempinski Jakarta. Training Manager Tato Heryanto mengaku senang ikut kegiatan tersebut karena banyak mendapat mahasiswa yang berpotensi.
“Kita tidak perlu melatih banyak, mereka sudah memiliki kompetensi yang kita inginkan. Paling butuh adaptasi satu bulan untuk menyesuaikan irama kerja,” kata Tato.
Bahkan tak sedikit mahasiswa magang dari IP Trisakti yang diterima kerja lantaran memiliki kompetensi dan sikap yang bagus. “Sebenarnya kami tidak melihat asal kampus atau sekolah, para pemagang yang kerjanya bagus akan direkrut jika posisi itu kosong,” katanya.
Hal senada dikatakan Director of Human Resources Dorsett Grand Subang, Malaysia, Maggie Lee Sow Kin. Hotel tersebut telah menjadi mitra yang cukup lama dengan IP Trisakti.
“Kami vakum cukup lama tak ikut program magang ini, karena pandemi covid-19. Meski demikian, kami telah bermitra dengan Institut Pariwisata Trisakti sejak lama,” kata Maggie.
Ia senang menerima mahasiswa magang dari IP Trisakti karena memiliki kompetensi yang mumpuni. Sehingga pihaknya tak kesulitan saat pembimbingan. “Cukup penjelasan sendiri, mereka sudah paham pekerjaan yang akan dilakukan. Jadi tak perlu banyak bicara,” ujarnya.
Kuota mahasiswa yang disiapkan untuk magang, Maggie menyebut sekitar 15-20 orang. Dorsett Grand Subang yang berkantor pusat di Hongkong itu memiliki 5 cabang di Malaysia. “Semoga banyak mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti yang memilih kami sebagai tempat magang,” ujarnya.
Ditanya apakah banyak mahasiswa IP Trisakti yang diterima setelah magang, Maggie mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk itu. Karena peraturan pemerintah Malaysia, rekrutmen tenaga asing hanya untuk level manager ke atas.
“Jadi kami hanya mengelola tenaga magang, tidak rekrutmen. Jika ingin kerja di malaysia untuk level sarjana, ada lembaga lain yang mengurus,” ucap Maggie yang dalam kesempatan itu didampingi Room Division Manager hotel Dorsett Grand Subang Malaysia, Mohamed Hakimim Mohd Salleh. (Tri Wahyuni)

