Suara Karya

Dorong Potensi Lokal, UT Perkuat Program PkM di Teluk Naga

JAKARTA (Suara Karya): Guna mendorong potensi lokal, Universitas Terbuka (UT) kembali melanjutkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Muara, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten.

Program dibawah kelola Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LLPM) UT itu menitikberatkan pada 4 kegiatan, yang diharapkan memberi kesejahteraan bagi warga di desa tersebut.

“Program PkM di Desa Muara, Teluk Naga ini masuk tahun kedua. Kgiatan mengacu pada proposal yang dikembangkan 4 tim fakultas yang ada di UT,” kata Ketua LPPM UT, Prof Dewi Artati Padmo Putri saat membuka pelaksanaan PkM Nasional UT di wilayah tersebut, Selasa (9/7/24).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, Prof Ucu Rahayu; Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Meita Istianda; dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT, Meirani Harsasi.

Selain itu, hadir pula Kepala Desa Muara, Mohamad Syaprudin; Direktur UT Serang, Teguh Prakoso; dan Kepala Pusat PkM LPPM UT, Yusrafiddin.

Prof Dewi menjelaskan, kelanjutan Program PkM menjadi penting agar program berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar Desa Muara, Teluk Naga.

Salah satu kegiatan adalah pengolahan daun kelor (moringa) yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan perekonomian keluarga. Untuk itu, kegiatan ditandai lewat penanaman 50 batang pohon kelor di halaman warga.

“Daun kelor tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga bernilai ekonomis. Kami akan gelar pelatihan cara mengolah daun kelor menjadi produk bernilai tambah seperti teh kelor, bubuk kelor, dan produk herbal lainnya,” ujarnya.

Dari sisi pendidikan, Prof Dewi menambahkan, UT akan memberi pelatihan pembuatan alat permainan edukatif (APE) bagi siswa SD dan PAUD (pendidikan anak usia dini) di wilayah tersebut.

“Penggunaan APE diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. Selain meningkatkan meningkatkan minat belajar anak-anak sejak dini,” tuturnya.

UT akan bekerja sama dengan guru-guru setempat untuk memastikan APE yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum pendidikan.

Masyarakat sasaran yang akan didampingi, antara lain guru SD dan PAUD oleh Tim dari FKIP UT, untuk warga produksi teh daun kelor akan didampingi Tim dari FKIP dan FST UT.

Untuk para ibu anggota PKK dan UMKM akan didampingi tim dari FEB UT, anggota Karang Taruna kampung tematik program medsos akan didampingi tim dari FHISIP UT.

Ditambahkan, tim PkM FHISIP juga menggagas Program Penyusunan Buku Profil Desa dan Penatakelolaan Website Desa. Program itu bertujuan merangkum gambaran menyeluruh dari Desa Muara dalam bentuk buku dan tampilan website yang lebih menarik.

“Program itu diharapkan membantu perangkat desa dalam mengambil kebijakan untuk membangun Desa Muara lebih baik lagi,” ucapnya.

Prof Dewi juga berharap, program PkM yang dikembangkan UT dapat menginspirasi daerah lain untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi dan pengembangan sumber daya lokal. (Tri Wahyuni)

Related posts