Suara Karya

Genap 26 Tahun, Morula IVF Bertekad jadi Penyedia Layanan Fertilitas No 1 di Asia Tenggara

JAKARTA (Suara Karya): Morula IVF Indonesia bertekad menjadi penyedia jasa layanan fertilitas atau teknologi reproduksi nomor satu di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan CEO dan Founder Morula IVF Indonesia, Dr dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS, SpOG dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Morula IVF Indonesia, di Jakarta, Sabtu (8/6/24).

Sekadar informasi, Morula IVF (In Vitro Fertilization/Bayi Tabung)
Indonesia merupakan bagian dari ekosistem PT Bundamedik Tbk (BMHS).

Acara perayaan bertajuk ‘When Hope, Finds a Home’ itu diisi dengan diskusi dan ramah tamah dengan para orangtua yang berhasil mendapat momongan dari program bayi tabung di Morula IVF Indonesia.

Hadir dalam acara itu, Olivia Allan, influencer sekaligus istri mantan pebasket Indonesia, Denny Sumargo. Perempuan yang akrab dipanggi Ci Oliv itu terlihat cantik di usia kandungan 8 bulan.

Sementara di jajaran direksi, hadir
Managing Director Morula IVF Indonesia, Sonny Adi Nugroho; dan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Morula IVF Jakarta, Indra NC Anwar.

Hadir pula Bayi IVF pertama dari Morula IVF Jakarta, Tirta Bambang Wirawan.

Dr Ivan Rizal Sini menuturkan, tekad Morula IVF Indonesia menjadi pusat kesuburan nomor 1 di Asia Tenggara berbekal 3 hal dasar. Pertama, memiliki pengalaman selama 26 tahun. Kedua, jajaran dokter dan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional.

Bekal yang ketiga, lanjut dr Ivan, adalah teknologi medis modern. Karena itu, Morula IVF Indonesia optimis menjadi ‘top of mind’ keluarga Indonesia, bahkan di Asia Tenggara untuk program IVF.

“Kami ingin dikenal warga di Asia Tenggara, seperti halnya Korea untuk operasi bedah plastik dan estetik, atau ke Turki untuk transplantasi implan rambut. Dan mereka ke Indonesia untuk ikut program bayi tabung,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Ivan menyebut salah satu tantangan yang kini dihadapi, bagaimana mengubah persepsi masyarakat kalau program IVF atau bayi tabung di Indonesia itu sudah sedemikian canggih, sehingga tak perlu pergi keluar negeri.

“Kami optimis, target itu bisa tercapai jika tantangan terbesarnya bisa diatasi,” ucapnya.

Morula IVF memiliki teknologi reproduksi berbantu dengan kualitas internasional, yang kini membawa Morula memiliki ‘success rate’ sebanding dengan negara-negara kawasan ASEAN lainnya.

Teknologi yang digunakan Morula IVF Indonesia telah menggunakan teknologi medis modern berbasis genomik serta Artificial Intelligence (AI). Bahkan, teknologi itu telah mendapat akreditasi internasional dari The Reproductive Accreditation Committee (RTAC).

Dr Ivan menyebut ada sekitar 20 ribu warga negara Indonesia yang mengikuti program kesuburan di Malaysia dan Singapura dalam satu tahun. Padahal, biaya berobat di Indonesia atau Malaysia itu setara. Sementara di Singapura, jauh lebih mahal.

“Ini yang susah, bagaimana mengubah persepsi masyarakat. Belum lagi ditambah rumor yang dihembuskan dari negara tetangga bahwa layanan kesehatan kita itu tidak bagus dan berbiaya mahal,” ujarnya.

Penghargaan dan akreditasi dari lembaga kredibel menjadi salah satu tolak ukur penting dalam 26 tahun perjalanan Morula IVF Indonesia.

“Perayaan tersebut bukan hanya cerita soal Morula IVF Indonesia, melainkan apresiasi yang dalam untuk seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pasien, komunitas, dokter dan tenaga kesehatan, sahabat Morula dan seluruh mitra kerja,” ucap dr Ivan Rizal Sini.

Hal senada disampaikan Sonny Adi Nugroho. Katanya, dalam 26 tahun terakhir, Morula IVF Indonesia telah mencapai tingkat keberhasilan yang luar biasa.

“Morula IVF kini menjadi pilihan utama bagi pasangan yang mencari bantuan dalam mewujudkan impiannya memiliki buah hati,” kata Sonny menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts