Suara Karya

IKHEF dan SAW Perkuat Kolaborasi Pendidikan Korea-Indonesia melalui Kehadiran Sejong University di Jakarta

JAKARTA (Suara Karya) : Berbagai terobosan yang dilakukan Dimas Harris Sean Keefe, CEO BeasiswaKorea.com dalam membuka peluang studi di Korea Selatan bagi pelajar Indonesia. Diantaranya, memperkuat kolaborasi pendidikan Korea-Indonesia melalui penyelenggaraan Indonesia Korea Higher Education Forum (IKHEF) dan Stuvisor Agency Workshop (SAW).

“Kegiatan yang digelar di Jakarta 26 Mei 2026, menghadirkan “Sejong University” sebagai salah satu universitas Korea Selatan yang berpartisipasi dalam memperluas peluang kerja sama pendidikan tinggi, rekrutmen mahasiswa internasional, serta penguatan jejaring akademik antara Korea Selatan dan Indonesia, “jelas Dimas Harris di Jakarta, kemarin.

IKHEF merupakan forum pendidikan Korea-Indonesia yang diinisiasi oleh “BeasiswaKorea.com” di bawah kepemimpinan CEO Dimas Harris Sean Keefee. Sementara itu, SAW merupakan program workshop agen pendidikan yang diprakarsai oleh “Stuvisor”, perusahaan konsultan pendidikan global yang dipimpin oleh CEO “Ocean Yang”.

Kolaborasi antara IKHEF dan SAW katanya, bertujuan mempertemukan universitas Korea, institusi pendidikan Indonesia, serta agen studi luar negeri dalam satu forum strategis untuk memperluas kerja sama akademik dan membuka lebih banyak peluang studi di Korea Selatan bagi pelajar Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, institusi pendidikan, serta agen studi luar negeri. Para peserta berdiskusi mengenai peluang kolaborasi akademik, rekrutmen mahasiswa, pertukaran pelajar, serta pengembangan kerja sama jangka panjang dengan institusi pendidikan tinggi Korea Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Joshua Han, Director of the One Stop Service Center Sejong University, menyampaikan presentasi komprehensif mengenai keunggulan akademik Sejong University, strategi internasionalisasi, serta berbagai inisiatif pendidikan global yang dikembangkan oleh universitas. Para peserta juga memperoleh informasi rinci mengenai peluang penerimaan mahasiswa untuk “intake Maret 2027”, termasuk program gelar berbahasa Inggris, program bahasa Korea, peluang beasiswa, fasilitas asrama, serta layanan pendukung bagi mahasiswa internasional.

Meskipun diselenggarakan bertepatan dengan periode libur Iduladha, salah satu hari besar keagamaan penting di Indonesia, kegiatan ini berhasil menarik jumlah peserta yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya minat terhadap pendidikan tinggi Korea di kalangan pelajar Indonesia dan para pelaku industri pendidikan.

SAW IKHEF Indonesia 2026 turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi dan institusi pendidikan terkemuka, termasuk “Global Study, AECC, Elsindo Consulting, FORTRUST Education Services, COSMO Education, dan IALF”. Selain itu, sejumlah universitas juga hadir, antara lain “Universitas Trisakti, Universitas Tarumanagara, Universitas Paramadina, dan Universitas Mitra Bangsa”. Diskusi dalam kegiatan ini berfokus pada peluang kerja sama di masa depan dengan Sejong University, termasuk pengembangan program pertukaran mahasiswa dan perluasan inisiatif rekrutmen mahasiswa internasional.

Sedang “Dimas Harris Sean Keefe, CEO BeasiswaKorea.com, menekankan bahwa permintaan terhadap pendidikan internasional di Indonesia terus meningkat. “Dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menerapkan pembelajaran bahasa Inggris wajib bagi siswa mulai dari kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027, permintaan terhadap pendidikan tinggi berbasis bahasa Inggris diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Asia Tenggara terus berkembang sebagai pasar penting dalam rekrutmen mahasiswa internasional, dan minat terhadap pendidikan tinggi Korea juga semakin meningkat di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Joshua Han, Director of the One Stop Service Center Sejong University, menyoroti keunggulan kompetitif Sejong University. Ia menjelaskan bahwa program berbahasa Inggris yang ditawarkan Sejong University memberikan pendidikan berkualitas tinggi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan negara-negara tujuan studi berbahasa Inggris utama seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang memilih Sejong University akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Kegiatan ini juga menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang berkelanjutan terhadap pendidikan bahasa Korea dan program gelar berbahasa Korea. Hal ini sebagian besar didorong oleh popularitas budaya Korea dan Korean Wave atau Hallyu di tingkat global. Para mitra pendidikan lokal menyampaikan bahwa semakin banyak pelajar Indonesia yang melihat studi di Korea tidak hanya sebagai peluang pendidikan, tetapi juga sebagai jalan untuk pengembangan karier dan kesempatan kerja global.

Ocean Yang, CEO Stuvisor, menyampaikan bahwa “SAW Indonesia 2026 bukan sekadar kegiatan rekrutmen universitas. Acara ini menjadi platform penting untuk memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan Korea dan Indonesia, sekaligus membuka peluang baru dalam menarik mahasiswa berbakat. Ke depan, kami berencana untuk memperluas program ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga ke wilayah strategis lain seperti Surabaya dan Bali.”

Melalui penyelenggaraan SAW IKHEF Indonesia 2026, IKHEF dan SAW menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam memperkuat hubungan pendidikan antara Korea Selatan dan Indonesia. Kehadiran Sejong University dalam kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama akademik, meningkatkan mobilitas mahasiswa internasional, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Korea Selatan.

Pasca penyelenggaraan kegiatan ini, IKHEF dan SAW berencana terus memperluas kolaborasi dengan lebih banyak institusi pendidikan Korea dan mitra lokal di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar potensial bagi pendidikan tinggi Korea di kawasan Asia Tenggara. (Warso)

 

 

Related posts