Suara Karya

Pengamat Maritim Lemhanas Apresiasi Langkah Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Pelayaran Saat Nataru

Pengamat Maritim Capt Hakeng Jayawibawa. (Foto: Istimewa/suarakarya.co.id)

JAKARTA (Suara Karya): Pengamat Maritim Nasional dari Ikatan Alumni Lemhanas Strategic Center (IKAL SC) Dr (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, mengapresiasi langkah proaktif Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024, khususnya pada angkutan penumpang kapal.

Capt. Hakeng mengungkapkan, di bawah arahan Capt. Hendri Ginting sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kemenhub telah mengambil tindakan proaktif untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan mencapai 2.414.886 orang selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Bahkan, pemerintah berencana menggunakan 1.354 kapal dengan total kapasitas 242.690 penumpang.

“Langkah ini menegaskan kesiapan pemerintah dalam menyediakan sarana angkutan laut yang memadai demi kenyamanan dan keselamatan penumpang selama musim liburan,” kata Capt. Hakeng melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/12/2023).

Menurutnya, Kemenhub juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa sarana angkutan laut yang disediakan memiliki kualitas handal dan memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Uji kelayakan yang dilakukan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT), menjadi langkah kritis dalam memastikan setiap kapal yang beroperasi selama musim liburan memenuhi standar keselamatan.

Keselamatan penumpang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga melibatkan peran aktif para pelaku industri, termasuk Syahbandar. Sesuai UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Syahbandar memiliki kewenangan tertinggi untuk menjalankan dan mengawasi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran.

Pengawasan aspek keselamatan Peran aktif Syahbandar dalam menjalankan tugasnya memiliki kebermaknaan yang sangat tinggi dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran. Sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Syahbandar diberikan kewenangan tertinggi untuk melaksanakan dan mengawasi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Fungsinya, mencakup pengawasan terhadap aspek-aspek keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, dan pengamanan di pelabuhan. Hal ini membuatnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas dan keandalan operasional pelayaran.

Syahbandar memiliki tanggung jawab yang luas, termasuk memastikan setiap kapal yang berlabuh atau beroperasi di pelabuhan mematuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Dengan kewenangannya yang mencakup seluruh aspek pengelolaan pelayaran, mereka berperan sebagai penjaga utama kepatuhan terhadap norma-norma keselamatan yang diamanatkan undang-undang.

Dalam konteks persiapan angkutan laut selama musim liburan, peran Syahbandar menjadi semakin krusial. Ini demi memastikan armada kapal yang beroperasi memenuhi standar tinggi, sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan handal kepada penumpang.

Dalam hal ini, keterlibatan aktif Syahbandar juga mencakup upaya pencegahan dan penanganan situasi darurat di laut. Mereka memiliki peran strategis dalam merespons dan mengoordinasikan upaya penyelamatan serta pengamanan di pelabuhan.

Kewenangan tertinggi Syahbandar tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga menjadi pilar utama menjaga keselamatan, keamanan, dan keteraturan pelayaran di perairan Indonesia.

Selain menjalankan fungsi pengawasan, Syahbandar juga memiliki peran proaktif dalam mendukung peningkatan keselamatan pelayaran. Melalui kerja sama dengan instansi terkait dan otoritas maritim, Syahbandar terlibat dalam penyusunan kebijakan serta pembangunan infrastruktur pelabuhan yang memenuhi standar keselamatan.

Hal ini mencakup perencanaan jalur pelayaran, perbaikan fasilitas keamanan, dan peningkatan sarana pendukung navigasi guna memastikan keberlanjutan operasional yang aman dan efisien.

Maka dalam konteks persiapan angkutan laut selama musim liburan, Syahbandar dapat memainkan peran penting dalam menyusun strategi pengaturan lalu lintas kapal yang efektif.

Koordinasi dengan operator kapal, maskapai, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam mengelola lonjakan penumpang dan muatan. Pemantauan kondisi cuaca dan navigasi, serta penyediaan informasi real-time kepada kapten kapal, menjadi bagian dari upaya Syahbandar dalam menciptakan kondisi pelayaran yang aman selama periode padat angkutan.

Dengan peran yang holistik ini, Syahbandar tidak hanya menjadi penjaga keselamatan di tingkat operasional, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mengangkat standar keselamatan pelayaran secara menyeluruh. Kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan landasan bagi Syahbandar dalam menciptakan lingkungan maritim yang aman, andal, dan efisien bagi semua yang menggunakan layanan angkutan laut di Indonesia.

Komitmen menghadapi lonjakan penumpang Selain peran yang holistik Syahbandar untuk tetap menjadi penjaga keselamatan di tingkat operasional, harapan yang sama juga ditujukan terhadap Kementerian Perhubungan untuk menunjukkan komitmennya dalam menghadapi lonjakan penumpang. Antara lain dengan menyediakan sarana angkutan laut yang handal dan memadai.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat tanggung jawab krusial yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam menyusun rencana, melaksanakan program, pedoman, dan kebijakan teknis di sektor pengendalian, pengawasan kegiatan angkutan laut, kepelabuhanan, dan penunjang keselamatan pelayaran. Demi menjaga rasa aman dan nyaman bagi pengguna moda angkutan laut, uji kelayakan kapal oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) terhadap kapal-kapal di wilayah kerja mereka, perlu ditekankan.

Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, termasuk melalui pelaksanaan ramp check terhadap kapal sesuai dengan aturan yang berlaku. Pengawasan yang ketat menjadi kunci untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan, sehingga dapat diizinkan untuk berlayar dan mengangkut penumpang dengan aman. Upaya ini mencerminkan perhatian serius terhadap aspek teknis dan keselamatan, yang harus dijaga dengan ketat guna menghindari potensi risiko dan insiden di laut. (Boy)

 

 

Related posts