Suara Karya

Raih Akreditasi A dari BAN-PT, Bukti Konsistensi UT Soal Kualitas Layanan Pendidikan

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Terbuka (UT) memang tak pernah main-main soal kualitas dan layanan pendidikan. Setelah berstatus Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH), UT kini meraih peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“UT dapat peringkat A untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dari BAN-PT pada 2 Juli 2024 lalu,” kata Rektor UT, Prof Ojat Darojat dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (4/7/24).

Prof Ojat menambahkan, capaian tersebut bukanlah hal mudah bagi UT. Karena banyak aspek yang harus dimaksimalkan agar dapat mencapai hasil tersebut.

“Bentuk konkret peningkatan kualitas UT bisa dilihat dari layanan pendidikan UT yang terus mengalami peningkatan baik dari sisi kualitas, mulai dari registrasi, LPKBJJ, tutorial, hingga hal-hal yang terkait ujian,” katanya.

Prof Ojat menambahkan, peringkat APT sangat penting untuk jaminan mutu penyelenggaraan pendidikan. Apalagi bagi UT, sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN) yang menggelar pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTTJJ).

“Peringkat APT juga jadi salah satu pertimbangan dalam memilih UT sebagai tempat kuliah,” ujarnya.

Disebutkan, predikat APT diukur lewat berbagai indikator, antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Masa akreditasi APT UT sebenarnya berakhir pada 18 Juni 2024. Namun, persiapan dokumen untuk pengisian borang akreditasi dan laporan evaluasi diri (LED) sudah dilakukan sejak 2022. Dokumen kemudian kami ‘submit’ pada 18 Desember 2023 atau 6 bulan sebelum berakhir,” tuturnya.

Ditambahkan, proses akreditasi menggunakan instrumen 7 standar khusus PJJ. Ada beberapa aspek yang jadi penilaian, antara lain Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Tata Kelola dan Kerja Sama, Mahasiswa, Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Sarana Prasarana, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Capaian dan Luaran.

Proses reakreditasi APT UT, lanjut Prof Ojat, terbagi dalam 2 tahap yaitu Asesmen Kecukupan dan Asesmen Lapangan. Setelah Asesmen Kecukupan terpenuhi, pada 16 Mei 2024 dilaksanakan Asesmen Lapangan APT UT yang diselenggarakan secara hybrid.

“Untuk Asesmen Lapangan APT UT diselenggarakan secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kantor Pusat UT dan secara daring melalui Zoom Meeting,” kata Prof Ojat.

Selain mendapat akreditasi dari BAN-PT, lanjut Prof Ojat, pihaknya menjaga kualitas proses penyelenggaraan PJJ melalui sertifikasi dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE).

“Dalam operasionalisasinya, upaya itu dituangkan dalam milestone tahapan strategis 2021-2035. Tahap I (2021-2025) menuju Integrasi jejaring Cyber University, Tahap II (2026-2030) menuju Ekosistem Pendidikan Digital, dan Tahap II (2031-2035) menuju Ekosistem Digital yang Tangguh,” kata Prof Ojat.

Hal senada dikemukakan Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Mohamad Yunus. Katanya, UT sendiri memiliki sistem penjaminan kualitas (Simintas) yang terbagi dalam 12 area.

Disebutkan 12 area itu, antara lain Kebijakan dan Perencanaan; Manajemen Internal; Sumber Daya; Pemasaran, Promosi, Admisi dan Registrasi; Mahasiswa dan Profil Mahasiswa; dan Pengembangan Program Studi.

Selain itu ada Pengembangan Mata Kuliah; Prasarana, Media, dan Sumber Belajar; Pembelajaran dan Layanan Bantuan Belajar; Asesmen dan Evaluasi Keberhasilan Belajar; Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; dan Kerja Sama; serta kebijakan kualitas yang memuat 150 pernyataan praktik baik dalam penyelenggaraan PJJ.

“Simintas menjadi pegangan bagi seluruh proses bisnis UT dan dilaksanakan seluruh unit baik di UT Pusat maupun di UT Daerah,” kata Mohamad Yunus menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts