JAKARTA (Suara Karya): Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta menggandeng Institut Pariwisata (IP) Trisakti untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui pendekatan gastrodiplomasi.
Program yang memadukan pembelajaran bahasa dengan pengalaman memasak kuliner Nusantara itu, diharapkan menjadi cara yang lebih komunikatif dan menyenangkan bagi mahasiswa asing dalam mengenal bahasa sekaligus budaya Indonesia.
Kegiatan yang digelar di kampus IP Trisakti, di wilayah Tanah Kusir Jakarta, Jumat (26/6/26) itu diikuti 13 mahasiswa asing dari berbagai negara, antara lain Timor-Leste, Serbia, dan Pakistan.
Bertindak sebagai pemandu acara adalah Duta Bahasa DKI Jakarta 2026, Cindy Baby Gracia Kustiawan Adinata yang sehari-hari sebagai mahasiswa BINUS; dan Salmahita dari Universitas Indonesia (UI)
Cindy menjelaskan, gastrodiplomasi merupakan bagian program kerja kelompoknya dalam Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta. Dan kuliner yang dipilih dalam kegiatan adalah soto betawi.
Sekadar informasi, Pemilihan Duta Bahasa merupakan program yang digulirkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan tujuan sebagai motor penggerak lahirnya konten positif untuk memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa.
Karena itu, berbeda dengan pembelajaran bahasa di ruang kelas, peserta diajak mempraktikkan langsung kosakata Bahasa Indonesia saat mengolah makanan khas Indonesia.
“Seluruh materi hari ini disusun berdasarkan kurikulum BIPA Level 2, sehingga peserta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa melalui pengalaman nyata,” tutur Cindy.

Menurutnya, pembelajaran bahasa akan lebih efektif jika dipadukan dengan aktivitas budaya. Seluruh konten, program, hingga buku saku disiapkan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Sasaran kegiatan adalah mahasiswa asing yang sedang belajar di Indonesia. Melalui pengalaman memasak, peserta tidak hanya mengenal istilah dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga memahami konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan perdana digelar di kampus IP Trisakti, karena kampus tersebut memiliki cukup banyak mahasiswa asing. “Kami senang sekali karena IP Trisakti memberi dukungan penuh atas kolaborasi ini. Kami disambut dengan baik, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi IP Trisakti, Dr Amrullah dalam sambutan pembukanya memgatakan, pembelajaran bahasa akan lebih efektif jika dipadukan dengan pengalaman budaya secara langsung.
“Bahasa terbaik dipelajari melalui budaya. Kalau hanya belajar tata bahasa, prosesnya akan lebih lama. Ketika seseorang mengalami langsung budaya dan berinteraksi dengan masyarakat, kemampuan berbahasanya berkembang jauh lebih cepat,” katanya.
Menurut Amrullah, gastrodiplomasi merupakan pendekatan komunikatif yang membuat peserta lebih mudah memahami makna sebuah kata, dibanding sekadar menerjemahkan secara harfiah.
“Makanan hanyalah medianya. Yang ingin kita sampaikan adalah bahasa Indonesianya. Saat peserta melihat kunyit, santan atau nasi goreng secara langsung, mereka dapat memahami kosakata sekaligus konteks penggunaannya. Cara itu jauh lebih menarik dibanding hanya menghafal,” ujarnya.
Ditambahkan, IP Trisakti telah lama mendukung program BIPA dan bahkan pernah menjadi tempat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi diplomat asing.
“Semakin banyak warga negara asing menguasai Bahasa Indonesia, semakin kuat pula diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Amrullah kembali berharap, pembelajaran BIPA semakin diminati oleh mahasiswa asing.
“Dengan kuliner sebagai media pembelajaran, bahasa Indonesia tak hanya dipelajari sebagai materi akademik, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk untuk memahami budaya Indonesia secara utuh,” pungkasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari pengakuan Siri Caw Elo Pereira, mahasiswa semester 2, Program Studi S1 Pariwisata asal Timor-Leste yang sedang belajar di IP Trisakti.
Penerima beasiswa Pemerintah Oecusse, Timor-Leste itu mengaku bangga dapat menempuh pendidikan di IP Trisakti sekaligus mengikuti kegiatan yang memperkaya kemampuan berbahasanya.
“Institut Pariwisata Trisakti merupakan salah satu kampus pariwisata yang berprestasi di Indonesia. Saya bersyukur dapat kesempatan belajar di sini dan mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia,” kata Siri menandaskan. (Tri Wahyuni)
