Suara Karya

Garudafood Paparkan Distribusi Digital dan Uji Truk Listrik di Kuliah Umum UNDIP

JAKARTA (Suara Karya): PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem distribusi nasional berbasis digital sekaligus mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Direktur Garudafood sekaligus Managing Director PT Sinarniaga Sejahtera (SNS), Ruli Tobing dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Kamis (16/4/26) yang dihadiri ratusan mahasiswa lintas fakultas.

Ruli Tobing mengungkapkan, kekuatan utama perusahaan selama lebih dari tiga dekade terletak pada jaringan distribusi yang luas dan menjangkau hingga pelosok Indonesia. “Distribusi bukan soal jangkauan, tetapi juga kedalaman penetrasi ke setiap sudut pasar,” ujar Ruli menegaskan.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, SNS kini melayani lebih dari 350.000 outlet di berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, modern trade, hingga food service.

Untuk menjawab tantangan era digital, SNS juga ikut mengelola penjualan produk Garudafood di sejumlah marketplace, sekaligus mengembangkan platform distribusi digital bernama BarangKulakan.

“Kekuatan SNS bukan soal seberapa luas kami bisa menjangkau, tetapi seberapa dalam kami bisa masuk ke setiap sudut pasar di Indonesia,” tegasnya.

Jaringan distribusi SNS begitu luas, mulai dari minimarket di pusat kota hingga warung di pelosok desa. Hal itu guna memastikan produk Garudafood selalu tersedia di tangan konsumen.

Menyadari distribusi masa depan tak lagi sepenuhnya bertumpu pada armada fisik, SNS meluncurkan dua inovasi digital yang mengubah cara outlet memesan produk Garudafood melalui aplikasi Sales Assistant Mobile (SAM).

“SAM membantu tenaga penjual (salesman) dalam mencatat pesanan, mengevaluasi performa toko, dan mengakses program promosi secara real-time,” ujar Ruli.

Terkait platform e-commerce BarangKulakan, hal itu memungkinkan outlet, bahkan end user, untuk berbelanja secara mandiri tanpa harus menunggu kunjungan salesman, dan dilengkapi fitur pembayaran cashless via QRIS, transfer bank, dan sistem COD.

“Digitalisasi bukan sekadar efisiensi operasional, tapi ini adalah cara SNS memastikan bahwa setiap mitra usaha, dari skala besar hingga warung kecil, mendapat akses yang setara terhadap layanan dan produk Garudafood kapan pun,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada transformasi digital, SNS juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam operasional sehari-hari, dengan melakukan uji coba armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk distribusi barang.

“Hasilnya cukup signifikan. Efisiensi konsumsi bahan bakar mencapai 46 persen, sedangkan penurunan emisi karbon hingga 56 persen dibanding armada konvensional,” tuturnya.

Ditambahkan, program itu akan terus dievaluasi dan dikembangkan sebagai bagian dari roadmap hijau perusahaan, seiring meningkatnya tuntutan industri terhadap praktik ramah lingkungan.

Kuliah umum yang dibuka Rektor Undip, Prof Dr Suharmono itu juga menghadirkan narasumber lain, yaitu VP of HR & GS TRANS7, Antonius Refijanto. Ia banyak membahas kepemimpinan dalam industri kreatif.

Kegiatan kuliah umum di UNDIP merupakan bagian dari program ‘Sahabat Inspirasiku Garudafood’ yang kembali digelar pada 2026. Inisiatif itu bertujuan menjembatani dunia akademik dan industri, sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan praktis.

Sepanjang 2025, program telah menjangkau 20 perguruan tinggi melalui 29 sesi kegiatan, dan diikuti lebih dari 5.400 peserta.

Melalui kolaborasi ini, Garudafood menegaskan, pertumbuhan bisnis berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia. Upaya itu diharapkan melahirkan generasi muda yang adaptif dan siap menghadapi dinamika industri masa depan. (Tri Wahyuni)

Related posts