JAKARTA (Suara Karya) : Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman harapkan, program pertama KONI Pusat periode 2023 – 2027 mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang rencana digelar di Aceh dan Sumut 8-20 September 2024.
“Sukses PON XXI di Aceh dan Sumut merupakan sukses pembinaan atlet dari semua Pengprov yang ada di Tanah Air. Kerjasama meningkatkan prestasi atlet merupakan tanggung jawab bersama antara KONI Daerah dan Pusat, ” tegas Marciano Norman seusai melantik jajaran kepengurusannya di Hotel Pullman Central Park Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Marciano Norman mengatakan, jajaran pengurus KONI Pusat periode 2023 – 2027 merupakan kombinasi antara pengurus muda dan senior. Hal itu dilakukan, tidak lain untuk ajang regenerasi empat tahun mendatang.
Dengan harapan, generasi muda lebih energik dalam memajukan prestasi atlet berikutnya. Melalui regerasi yang berkesinambungan, diharapkan jenjang prestasi atlet yang dibina mencapai harapan mulai tingkat nasional. hingga internasional.
Marciano mengingatkan, tahun 2023 ada event cukup besar di daratan Asia yaitu Asian Games. Dia berharap, induk organisasi yang atletnya masuk dalam daftar menuju Asian Games 2023 di China mempersiapkan atletnya seoptimal mungkin.
Dengan harapan, atlet yang dibinanya mampu meraih prestasi optimal di percaturan multi event Asian. Inilah fokus berikutnya setelah pembinaan atlet dilevel nasional berjalan dengan lancar dalam melahirkan atlet berprestasi.
Pada kesempatan yang sama Menpora
Dito Ariotedjo seusai memberikan selamat atas pelantikan kepengurusan KONI Pusat periode 2023 – 2027 mengatakan, KONI Pusat dibawah pimpinan Marciano Norman cukup gencar melakukan pembinaan atlet.
Dengan kepengurusan yang baru dan bermaterikan sebagian generasi muda, KONI Pusat lebih aktif dan inovatif melakukan pembinaan di berbagai daerah lewat PON. Pekan olahraga bisa lebih kreatif dan inovatif menggelar turunan PON satu dan dua tahun sekali melalui pekan olahraga remaja.
Dengan menggelar pekan olahraga remaja, pembinaan atlet lebih berkesinambungan lagi di berbagai daerah. Apalagi pembinaan atlet mengacu pada cabang yang dipertandingkan di Olimpiade.
“Seperti halnya dalam persiapan atlet. menuju Asian Games sudah mendahulukan cabang Olimpiade yang akan diikutinya. Begitu juga dengan pembinaan olahraga di daerah nantinya, ” tambah Menpora lagi. (Warso)
