JAKARTA (Suara Karya) : Berbagai dinamika global yang semakin kompleks, dunia pendidikan dan industry dihadapkan pada berbagai tantangan. Semua itu terkait kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja (skills gap) serta isu link and match antara perguruan tinggi dan industri.
“Kondisi ini menuntut adanya kolaborasi yang lebih strategis dan berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan mitra industri sebagai upaya bersama dalam meningkatkan relevansi dan kualitas lulusan, ” jelas Ketua Pelaksana Ari Hendarno, S.Pd., M.Kom., di Jakarta, kemarin.
Menjawab tantangan tersebut, dua fakultas di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), menginisiasi kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri melalui kegiatan “Equity in Excellence: Celebrating Partnership by Bridging Academia and Industry.” Kegiatan ini merupakan salah satu program kerjasama UNJ dari dana LPDP yang Bernama Equity.
Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Naraya dan menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika UNJ untuk bertemu serta memperkuat sinergi dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Di bawah kepemimpinan Ari Hendarno, S.Pd., M.Kom., kegiatan Equity in Excellence berhasil menjalin kolaborasi dengan sekitar 60 mitra dunia industri, baik nasional maupun internasional, sebagai wujud nyata penguatan kemitraan antara akademisi dan industri.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat serta para mitra strategis dari sektor pendidikan dan industri, di antaranya Jasa Raharja, PT Soborejo Konstruksi, International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM), Secretariat International Translation Education Association (ITEA), PT Tristek Samudera Teknologi, PT Cybertrend Intrabuana, serta berbagai mitra potensial lainnya. Acara diawali dengan pemaparan profil masing-masing fakultas, dilanjutkan diskusi mengenai strategi penguatan kerja sama fakultas–industri, dan ditutup dengan sesi ramah tamah sebagai upaya mempererat jejaring kemitraan.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program penguatan kemitraan fakultas dengan dunia industri yang bertujuan membangun sinergi berkelanjutan antara akademisi dan praktisi. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Ms. Jolin C. Lu, MBA dari Global Business Partnership UCloud serta Abdullah Azwar Anas, M.Si, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia periode 2022–2024. Kedua narasumber menekankan pentingnya kolaborasi yang setara antara perguruan tinggi dan industri dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Melalui kegiatan ini katanya, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara fakultas dan industri, khususnya dalam memperluas jejaring kemitraan strategis, menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta membuka peluang kerja sama konkret seperti program magang, riset terapan, dan rekrutmen lulusan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan UNJ kepada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor antara institusi pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta terciptanya inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa. (Warso)
