Suara Karya

Dihadiri Menteri Pendidikan Timor Leste, IP Trisakti Gelar ‘Grand Rendezvouz’ bagi Guru BK

JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti sukses menggelar ‘Grand Rendezvous’ bagi 517 guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Indonesia. Acara tersebut membuka wawasan para guru seputar karir di industri pariwisata yang akan tetap bersinar di masa depan.

“Bahkan, banyak negara telah menggantungkan pemasukan negaranya dari sektor pariwisata,” kata Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA), Kemdikbudristek, Winner Jihad Akbar dalam sambutan kuncinya pada acara yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (20/7/24).

Winner Jihad menambahkan, pihaknya mengaku senang karena IP Trisakti mengambil inisiatif dengan mengundang guru BK. Sehingga informasi seputar karir di industri pariwisata bisa menjadi masukan untuk disampaikan ke peserta didik.

“Ada beragam pekerjaan di industri pariwisata yang perlu diketahui siswa agar terbuka wawasannya. Pekerjaan itu bahkan memberi kesejahteraan dari sisi finansial,” tutur Winner yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan, Sains dan Kebudayaan, Timor Leste, Jose Honorioda Costa Pereira Jeronimo; dan Sekretaris Pengurus Yayasan Trisakti, Prof Muhammad Dimyati.

Tak ketinggalan hadir Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) DKI Jakarta, Ester Damanik; dan COO Artotel Group yang juga Dosen IP Trisakti, Eduard Rudolf Pangkerego.

Acara juga dimeriahkan oleh para wakil dari satuan pendidikan di lingkungan Yayasan Trisakti, yaitu Universitas Trisakti (Usakti), Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Trisakti, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, dan Sekolah Tinggi Media Komunikasi (STMK) Trisakti.

Acara yang berlangsung setengah hari itu menampilkan 2 panel diskusi dengan narasumber, yaitu Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemdikbudristek, Maria V Irene Herjiono; dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hildiktipari, Prof Diena Mutiara Lemy.

Mini talkshow ke-2 menghadirkan Dean of Artotel Group Learning Center, Alexander Nayoan; dan Sekretaris Astindo, DKI Jakarta, Riba Darmawan.

Pernyataan senada disampaikan Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati. Selain untuk menjalin tali silaturahmi dengan guru BK se-Indonesia, acara tersebut juga menjadi ajang promosi sehingga IP Trisakti bisa direkomendasikan para guru BK sebagai pilihan utama bagi siswa yang ingin berkarir di industri pariwisata.

“Acara Grand Rendezvouz ini juga bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis IP Trisakti ke-55. Tak sekadar perayaan, tapi menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian IP Trisakti hingga sejauh ini,” tuturnya.

Fetty menambahkan, keberhasilan IP Trisakti tak hanya terletak pada upaya internal, tetapi juga didukung kemitraan yang kokoh dari berbagai pihak, termasuk perusahaan, lembaga pemerintah, organisasi non-profit, dan individu yang peduli terhadap masa depan pariwisata Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IP Trisakti memberi penghargaan kepada 10 media yang selama ini telah mendukung perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah Tanah Kusir Jakarta Selatan tersebut.

Sementara pujuan disampaikan Sekretaris Pengurus Yayasan Trisakti, Prof Muhammad Dimyati. Ia melihat IP Trisakti terus bertumbuh dari sisi kualitas maupun kuantitas.

“Apalagi pada program internasional. Perguruan tinggi mitra pun tidak asal pilih, semuanya memiliki reputasi yang baik,” ujarnya.

Mantan pejabat eselon satu di Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan (Kemristekdikti) itu juga mendengar banyak lulusan IP Trisakti banyak yang sudah di’ijon’ sebelum lulus.

“Jika di kampus lain ada masa tunggu bagi lulusan untuk terserap di dunia kerja, hal itu tidak berlaku di IP Trisakti. Bahkan, banyak dari mereka sudah di’ijon’ atau sudah diterima sebelum lulus. Itu menandakan akreditasi Unggul yang diraih IP Trisakti bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Prof Dimyati menegaskan.

Sebagai informasi, IP Trisakti memiliki Program Double Degree dan Joint Degree dengan IMI Switzerland, Guillin Tourism University China dan Kyungsung University, Korea.

Hadir dalam perayaan tersebut, Prof Gavin Coldwell dari IMI Switzerland, Quan Na dari Guillin Tourism University dan Prof Rian Harseno mewakili Kyungsung University Korea.

Kegiatan terselenggara berkat dukungan dari beberapa sponsor, yang selama ini menjadi mitra IP Trisakti yaitu Artotel Group, Kota Podomoro Tenjo, Bank DKI dan Bank BRI. (Tri Wahyuni)

Related posts