Suara Karya

Humas Kampus Jadi Garda Depan Komunikasi Saintek lewat Program ‘Semesta’

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menaruh harapan besar kepada unit hubungan masyarakat (humas) perguruan tinggi untuk memperluas jangkauan dan dampak ilmu pengetahuan kepada publik.

“Melalui program baru bertajuk Semesta (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains Teknologi Nusantara), peran humas kini diperkuat menjadi ujung tombak komunikasi sains ke masyarakat luas,” kata Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma dalam media, di Jakarta, Kamis (31/7/25).

Yudi Darma menambahkan, transformasi peran humas kampus menjadi komunikator sains bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan strategis. “Humas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk narasi publik tentang pentingnya sains dan teknologi. Ini bagian dari kampanye literasi dan pemberdayaan,” ujarnya.

Salah satu program kunci dalam Semesta afalah Resona Saintek, yang secara khusus dirancang untuk meningkatkan peran humas sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat.

Program itu, lanjut Yudi Darma, mendorong humas kampus untuk menjadi intermediator atau penengah aktif, yang dapat membangun agenda komunikasi saintek berdasarkan riset unggulan masing-masing perguruan tinggi.

“Dengan pendekatan kampanye tematik, kami ingin humas membangun cerita sains yang relevan, inspiratif, dan bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ucap Yudi Darma.

Langkah itu diambil seiring hasil studi Nature Human Behaviour (2025) yang menunjukkan, tingkat kepercayaan publik Indonesia terhadap ilmuwan cukup tinggi, yaitu mencapai 3,84 dari skala 5.

Namun, menurut Yudi Darma, tingginya kepercayaan itu masih belum berbanding lurus dengan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas saintek. Karena itu, perlu ada strategi komunikasi yang lebih membumi dan menyentuh publik secara emosional maupun intelektual.

Program Resona Saintek akan memberi pelatihan, dukungan konten, hingga pendampingan strategi kampanye berbasis riset dan potensi lokal. Bentuk kampanye yang dikembangkan akan bersifat hybrid, yang menggabungkan platform digital dan kegiatan langsung di lapangan.

Selain Resona Saintek, Semesta juga memayungi tiga program lainnya, yaitu In Saintek, Tera Saintek, dan Panen Raya Berdikari, yang masing-masing menyasar sentra saintek kampus, proyek kolaborasi dosen-masyarakat, serta promosi teknologi tepat guna berbasis potensi daerah.

Yudi menegaskan, kunci keberhasilan Semesta terletak pada kolaborasi lintas sektor dan kemampuan setiap perguruan tinggi dalam memaksimalkan perannya di luar laboratorium.

“Sains dan teknologi tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus dikisahkan, lalu dipahami dan dijalankan secara bersama,” ujarnya.

Direktorat Minat Saintek akan menggelar sosialisasi daring Semesta kepada seluruh perguruan tinggi pada Jumat (1/9/25). Sosialisasi itu bertujuan membekali kampus dengan pemahaman dan panduan teknis dalam melaksanakan program Semesta secara efektif dan inklusif.

Dengan pendekatan komunikasi sains yang lebih kuat, lanjut Yudi Darma, Kemdiktisaintek berharap masyarakat tak hanya mengenal, tapi juga merasa memiliki dan mengambil bagian dalam kemajuan sains dan teknologi Indonesia. (Tri Wahyuni)

Related posts