JAKARTA (Suara Karya) : Berbagai terobosan yang dilakukan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam usaha meningkatkan penghasilan masyarakat. Diantaranya mendorong peningkatan jumlah wirausahawan muda agar mampu berdaya saing di tingkat internasional.
“Sebuah langkah konkrit Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta untuk mendorong peningkatan jumlah wirausahawan muda agar mampu berdaya saing di tingkat internasional.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud Tridarma Perguruan Tinggi, ” jelas Ketua PKM, Terrylina A. Monoarfa, SE, MM
di Jakarta, kemarin.
Terrylina A. Monoarfa yang juga Dosen program studi Bisnis Digital FE UNJ mengatakan, pada tanggal 8 Mei 2023, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (FE UNJ) telah mensosialisasikan International Competition of Business Model Canvas (BMC) kepada seluruh mahasiswa di Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi internasional antara FE UNJ dan Fakulti Bisnis, Ekonomi serta Akuntansi Universiti Malaysia Sabah.
Penyelenggaraan kegiatan International Competition of BMC ini berkolaborasi dengan beberapa dosen lintas program studi di FE UNJ, beserta beberapa mahasiswa.
Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggali ide bisnis, menemukan peluang bisnis, serta mempresentasikannya di hadapan dewan juri yang terdiri dari para akademisi dan praktisi.
Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan UNJ sebagai entrepreneurial university mampu mendorong intensi berwirausaha di kalangan mahasiswa, sehingga mahasiswa memiliki kemandirian finansial sekaligus memiliki kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
Sosialisasi
Melalui sosialisasi secara digital yang disebarluaskan di media sosial, maka terjaring 182 mahasiswa yang terdaftar di 47 tim wirausaha. Peserta berasal dari beberapa perguruan tinggi, antara lain: Universitas Negeri Jakarta, Universiti Teknologi Mara Malaysia, Universitas Bina Darma Palembang dan Universiti Malaysia Sabah. Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Tangerang, UPN Veteran Jawa Timur, dan STIE Sakti Alam Kerinci.
Ditinjau dari minat bidang usaha, katanya, mayoritas tim wirausaha memilih bidang kuliner. Sedangkan sisanya tertarik di bidang kriya, pakaian jadi dan aksesori, dan kosmetik. Pada tahap awal, seleksi dilakukan melalui video presentasi BMC yang berdurasi maksimal 10 menit yang telah diunggah pada media sosial Youtube. Hasil seleksi awal telah berhasil mengkurasi 20 tim terbaik yang kemudian diikutsertakan pada tahapan mentoring BMC.
Tahapan mentoring BMC katanya, telah diselenggarakan pada tanggal 27 Juli 2023 dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Bapak Shandy Aditya, BIB, MBPS dan Dr. Ang Hong Loong.
Bapak Shandy Aditya adalah seorang photography and sport enthusiast, juga wirausahawan di bidang sport dan kuliner. Beliau juga aktif sebagai dosen di program studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi UNJ dan business coach untuk start up mahasiswa.
Selain itu, hadir pula akademisi dari Universiti Malaysia Sabah yakni Dr. Ang Hong Long, juga hadir memberikan mentoring mengenai BMC kepada para peserta. Kegiatan mentoring ini dilakukan secara daring untuk mengakomodir peserta di berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan pendampingan kepada peserta, tentang bagaimana membangun sebuah ide bisnis yang inovatif, realistis mampu mengisi peluang pasar, serta berdaya saing secara berkelanjutan.
Setelah tahapan mentoring paparnya, di tahapan akhir peserta diminta untuk mengunggah proposal bisnis serta mempresentasikannya di hadapan juri pada sesi pitch deck. Dewan juri yang terlibat pada tahapan final, antara lain: Shandy Aditya, BIB, MBPS, dosen dan wirausahawan, Indra Fahlevy adalah founder Djurnee.id dan 62teknologi, serta Dr. Sylvia Nabila Azwa Binti Ambad, Associate Professor dari Universiti Teknologi Mara Malaysia.
Di tahapan ini dewan juri mampu memvalidasi 10 tim terbaik dengan ide bisnis yang dinilai berpeluang bisnis dan inovatif. Selanjutnya, hasil penilaian juri memutuskan dan memilih 3 tim terbaik yakni: peringkat pertama Getrich dari Universitas Negeri Jakarta, peringkat kedua, Flavorfushion dari Universiti Malaysia Sabah, dan peringkat ketiga Triple Thrive dari Universiti Malaysia Sabah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki antusiasme yang tinggi terhadap dunia kewirausahaan. Ide-ide segar dari mahasiswa merupakan sumber kreativitas dan inovasi yang patut diakomodir dan diasah dengan validasi dari sisi akademik dan bisnis. Dengan harapan, mampu meningkatkan efikasinya untuk merealisasikannya di masa depan. Universitas Negeri Jakarta hadir sebagai entrepreneurial university turut aktif mendorong wirausaha muda Indonesia. (Warso)
